BRI Dampingi UMKM Kopi Batang Tembus Pasar Dunia, Kingkaf Berawal dari Kepedulian Petani

BRI Dampingi UMKM Kopi Batang Tembus Pasar Dunia, Kingkaf Berawal dari Kepedulian Petani

Kingkaf membuktikan kopi lokal mampu bersaing di pasar global melalui inovasi dan dukungan BRI.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Berawal dari kepedulian terhadap petani kopi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ika Yuanita berhasil membangun PT Kingkaf Makmur Sejahtera menjadi UMKM yang produknya kini menembus pasar internasional. Bersama dukungan BRI, usaha yang dirintis sejak 2017 itu berkembang dari penjualan sederhana hingga menjangkau konsumen di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Selandia Baru, dan Hong Kong.

Perjalanan Kingkaf dimulai ketika Ika melihat hasil panen kopi petani lokal memiliki kualitas yang baik, tetapi belum memberikan nilai tambah karena minimnya pengolahan pascapanen. Kondisi tersebut mendorongnya mendampingi petani sekaligus mengolah kopi menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pada masa awal, pemasaran dilakukan secara langsung dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya. "Pada awalnya, proses penjualan kopi kami lakukan secara door to door melalui rekanan dan kenalan," ujar Ika.

Respons pasar yang terus meningkat membuat Kingkaf berkembang hingga memiliki enam kedai kopi dan restoran. Namun, pandemi Covid-19 mengubah arah bisnis. Pembatasan aktivitas masyarakat memaksa perusahaan menutup operasional outlet dan beralih ke penjualan produk kemasan melalui jaringan reseller.

Strategi tersebut menjadi titik balik. Jangkauan pemasaran semakin luas, sementara peluang usaha bagi para mitra reseller juga ikut bertambah. Seiring meningkatnya skala bisnis, Kingkaf membutuhkan dukungan dalam transaksi, permodalan, hingga pengelolaan usaha.

Di fase inilah BRI berperan mendukung pertumbuhan usaha. Ika memanfaatkan layanan transfer dan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi pelanggan, sekaligus mengakses pembiayaan mikro guna menjaga operasional dan pengembangan usaha.

"QRIS sangat membantu karena transaksi penjualan dapat diproses dengan cepat. Untuk kebutuhan permodalan, proses pembiayaan mikro BRI juga mudah dan cepat sehingga mendukung operasional usaha kami," katanya.

Perjalanan Kingkaf semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Semarang pada 2020. Melalui berbagai pelatihan mengenai digitalisasi, manajemen keuangan, legalitas produk, hingga pemasaran, Ika memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan bisnis.

"Menjual produk ternyata tidak cukup hanya dengan menawarkan kualitas, tetapi juga harus memberikan solusi bagi kebutuhan konsumen," ungkapnya.

Selain menjadi tempat belajar, Rumah BUMN BRI juga membuka ruang kolaborasi antarpelaku UMKM sehingga mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Kini Kingkaf memproduksi kopi dari fasilitas di Semarang dengan melibatkan 12 tenaga kerja. Produk-produknya dipasarkan melalui platform e-commerce nasional dan telah diterima di berbagai negara, membuktikan bahwa kopi lokal mampu bersaing di pasar global melalui inovasi, kualitas, dan pengelolaan usaha yang konsisten.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa pengembangan UMKM memerlukan dukungan menyeluruh, mulai dari akses keuangan, legalitas, digitalisasi, hingga perluasan pasar. Menurutnya, program Rumah BUMN menjadi ekosistem pemberdayaan yang membantu UMKM naik kelas sekaligus menciptakan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait