Semangat Sukidi Jalani Puasa di Tengah Pandemi
Medialampung.co.id - Sukidi (49) alias Rembok, warga RT 08 LK VIII Kelurahan Kedaton Kecamatan Kedaton dulunya menarik becak sejak kelas 6 SD dan sekarang beralih profesi sebagai Petugas Sokli karena sudah tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya.
Kini Sukidi mendiami gubuk berbahan gribig berukuran 4x6 meter di belakang Masjid Muawanah Jalan Sultan Agung (7/5)
Sukidi sudah tinggal sekitar 15 tahun di gubuk yang hampir rubuh dan sering terkena banjir bila datang hujan.
Pekerjaannya sebagai petugas sokli di RT 08 sudah lama dijalaninya. Walau hanya menerima gaji berkisar Rp700 Ribuan/bulan dari ketua RT setempat, jelas tidak mencukupi kebutuhan sehari-sehari kalau tidak dibantu sang istri yang bekerja di pempek tenda biru sebagai juru masak untuk karyawan.
“Sudah hampir 2 tahunan istri saya bekerja tapi sekarang diliburkan oleh yang punya usaha karena adanya wabah Covid-19 ini,” tuturnya.
Sukidi (49) beserta istrinya Astuti (45) dan kedua orang anaknya Reni (20) dan Restu (14) memang termasuk orang yang masih bersemangat untuk mencari nafkah di bulan Ramadhan, apalagi adanya pandemi Covid-19 ini dia melakoni pekerjaan sebagai pengangkut sampah yang dilakukannya selesai sholat subuh hingga pukul 7.00 WIB.
Sukidi mengatakan walaupun hidup pas-pasan dia tetap bersyukur dengan keluarganya, dia sangat bersyukur walau hanya mendiami rumah gubuk yang sangat tidak layak namun setidaknya ada tempat tinggal bagi keluarganya.
Lahan tempat gubuk itu berdiri merupakan tanah milik Doni, salah satu warga di lingkungan setempat, Sukidi bersyukur pemilik tanah mengizinkannya untuk menumpang di lahan tersebut.
“Pak Doni, pemilik tanah ini memang sangat membantu sekali buat kami, hingga kami sekeluarga bisa tinggal dan tidur walaupun bangunan rumah kami dari bahan gribik, jika banjir ya kami hanya pindah tempat tidur saja naik ke atas dipan,” ujar Sukidi.(*/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




