Eva Dwiana: Kita Ingin Pasar Tradisional dan Modern Sama-sama Maju
Medialampung.co.id - Walikota Eva Dwiana bersama DPRD Kota Bandarlampung akan bersama-sama membenahi pasar tradisional maupun modern.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung Yuhadi mengatakan saat rapat paripurna bahwa, di sekitar wilayah pasar Smep dan pasar Bambu Kuning agar ditata kembali dan jalan difungsikan sebagaimana mestinya. Dikarenakan masih ada pedagang-pedagang yang berjualan di sepanjang Jl. Imam Bonjol, baik di ruas jalan maupun bahu jalan.
“Saya melihat beberapa ruas jalan di pasar tradisional sudah rapi tertata terutama di sekitar Pasar Smep, Pasar Bambu Kuning, dan Pasar Tamin. Hanya saja, dalam beberapa kali reses di Dapil saya, masih ada pedagang-pedagang yang berjualan di sepanjang Jl. Imam Bonjol, baik ruas jalan maupun bahu jalan. Ini dapat membuat kecemburuan pedagang yang sudah masuk Pasar Smep," ucap dia, Rabu (19/1).
“Dengan segala hormat Walikota dan Dinas Perdagangan, juga Kasatpol PP yang sudah bekerja maksimal, kalau pagi masih tertib, begitu agak siang sedikit Satpol PP tidak ada lagi, mereka menempati jalan kembali,” ujar Yuhadi anggota Komisi III.
Lanjutnya, sekedar informasi, di depan gereja sudah tumbuh pedagang-pedagang lagi. Nanti kalau dibiarkan itu akan menjadi counter-counter lagi.
Dalam hal tersebut, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menyampaikan bahwa setelah rapat tersebut akan turun ke lapangan bersama dinas-dinas terkait untuk melihat apa yang harus dilakukan.
“Insyaallah setelah usai paripurna ini saya akan turun ke lapangan bersama dinas terkait. Karena kita kan ingin pasar Tradisional maupun modern itu sama-sama maju,” terang Eva Dwiana setelah Rapat Paripurna.
Eva Dwiana menambahkan, untuk pedagang pasar Smep sudah di pindahkan semua yang ada di pinggir jalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin berbelanja.
“Kita akan melihat lagi keadaan di lapangan,” jelas dia
Sementara, Wilson Faisol Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung mengungkapkan bahwa pedagang yang masih berjualan di ruas pinggir Jl. Imam Bonjol adalah pedagang musiman yang tidak memiliki lapak yang permanen.
“Inilah kadang-kadang kesulitan kita, kejar-kejaran kita, kucing-kucingan dengan mereka dikarenakan selama ini kita lihat ada namanya pedagang musiman, ketika saat ini musim duku jual duku, tapi sebenarnya mereka tidak punya lapak yang permanen,” kata Wilson.
Wilson juga mengatakan bahwa akan menindak lanjuti apa yang sudah disampaikan Anggota DPRD kota Bandarlampung dan juga Walikota Bandarlampung.
“Ini akan kita tindaklanjuti. Prinsipnya ini kan masalah penertiban, ya kita siap melakukan itu,” pungkasnya.(*/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
