Banggar DPRD Kritik Pola Penanganan Banjir, Jangan Hanya Bagi Sembako Setiap Tahun

Banggar DPRD Kritik Pola Penanganan Banjir, Jangan Hanya Bagi Sembako Setiap Tahun

DPRD mengingatkan penanganan banjir harus menyentuh akar persoalan, bukan hanya bantuan saat bencana terjadi.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, mengkritisi pola penanganan banjir yang dinilai masih berorientasi pada penanganan dampak.

Menurutnya, penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk bantuan sosial bagi korban banjir memang diperlukan dalam kondisi darurat, tetapi belum mampu menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan banjir terus berulang.

Indra menilai Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu mengubah paradigma penanganan bencana.

Sebagian anggaran yang selama ini dialokasikan untuk bantuan beras, sembako, maupun santunan korban dinilai lebih efektif apabila diarahkan untuk pembangunan sistem drainase, normalisasi sungai, embung, kolam retensi, hingga infrastruktur pengendalian banjir lainnya.

BACA JUGA:Damkar Bandar Lampung Padamkan Kebakaran Rumah di Gedong Air dalam Waktu 4 Menit

"Kalau misalnya ada korban meninggal lalu diberikan santunan Rp1 juta per orang, tentu itu bentuk kepedulian. Tapi yang ingin saya pertanyakan, bagaimana roadmap ke depan supaya banjir itu tidak terus terjadi?" ujar Indra dalam rapat pembahasan anggaran, Kamis, 30 Juli 2026.

Indra menegaskan banjir yang kerap melanda Kota Bandar Lampung, khususnya di kawasan Kalibaru, tidak lagi dapat dipandang sebagai bencana alam semata.

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari penyempitan badan sungai, sedimentasi, buruknya sistem drainase, hingga lemahnya pengendalian tata ruang.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung menyusun peta jalan penanganan banjir untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan agar solusi yang dihasilkan bersifat berkelanjutan, bukan sekadar respons ketika bencana terjadi.

BACA JUGA:Bandar Lampung Siapkan Transportasi Publik Modern, Bidik Dukungan Program BTS

"Jangan sampai kita setiap tahun hanya mendirikan posko bencana, membagikan sembako, lalu selesai. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi supaya banjirnya tidak datang lagi," tegasnya.

Menurut Indra, pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk program pencegahan banjir.

Ia meyakini pembangunan infrastruktur pengendali banjir akan memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mengurangi beban anggaran bantuan sosial setiap musim hujan.

Dalam pandangan Banggar DPRD, percepatan pembangunan drainase, pengerukan sungai, pembangunan embung, kolam retensi, hingga penataan kawasan permukiman di bantaran sungai merupakan langkah strategis yang perlu diprioritaskan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait