BRI Perkuat UMKM Mendunia, NOMNOM Tembus Pasar Singapura

Sabtu 15-08-2026,21:54 WIB
Reporter : Budi Setiawan
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Langkah UMKM Indonesia menuju pasar global kembali menunjukkan perkembangan positif. NOMNOM, usaha yang mengolah pangan lokal seperti rengginang, jamur, dan tempe menjadi camilan modern, berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura setelah mengikuti pameran internasional yang difasilitasi BRI dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Perjalanan NOMNOM dimulai Erwin Jogisaputra pada 2016 dengan gagasan sederhana, yakni menghadirkan camilan sehat berbahan baku lokal yang memiliki nilai tambah sekaligus mampu bersaing di pasar global. Rengginang panggang menjadi salah satu produk awal yang dikembangkan sebagai alternatif camilan dengan pendekatan lebih sehat.

Seiring waktu, inovasi terus dilakukan untuk menjawab perubahan selera konsumen. Saat pandemi Covid-19, NOMNOM meluncurkan Super Shrooms, camilan berbahan jamur lokal yang membantu menyerap hasil panen petani. Produk tersebut dikembangkan dengan klaim bebas gluten, tanpa lemak trans, dan sekitar 100 kalori setiap kemasan.

Memasuki 2025, tren gaya hidup aktif turut mendorong NOMNOM memperluas lini produknya. Tempe Bites kemudian dihadirkan sebagai camilan praktis berbahan tempe yang menyasar konsumen aktif, termasuk mereka yang membutuhkan pilihan sumber protein dalam aktivitas sehari-hari.

“Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai,” kata Erwin, menggambarkan perubahan cara pandang yang diperolehnya selama mengikuti program Pengusaha Muda BRILian.

Sebagai nasabah BRI sejak 2018, Erwin mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM. Pengalaman tersebut membantu NOMNOM memperkuat kapasitas bisnis, mulai dari pengembangan organisasi hingga strategi pemasaran dan perluasan jejaring.

Perjalanan itu kemudian menghasilkan pencapaian penting. NOMNOM berhasil masuk Top 3 Pengusaha Muda BRILian, sebuah capaian yang membuka peluang lebih luas bagi bisnis tersebut untuk memperkuat kesiapan menuju pasar internasional.

Kesempatan menguji produk secara langsung di Singapura menjadi momentum berikutnya. Respons calon buyer disebut positif, bahkan NOMNOM kini memasuki tahap negosiasi akhir untuk membuka peluang pemasaran produk di Negeri Singa.

“Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir,” ujar Erwin.

Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan NOMNOM memperlihatkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang menyeluruh. Kualitas produk perlu berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi, inovasi, digitalisasi, pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar.

“Daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar,” kata Dhanny.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI berkomitmen memperkuat value creation melalui pemberdayaan UMKM. Dukungan tersebut diarahkan agar semakin banyak produk lokal mampu naik kelas, menjangkau konsumen internasional, dan menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

Kisah NOMNOM menunjukkan bahwa bahan pangan yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dapat memiliki masa depan global ketika dipadukan dengan inovasi, strategi bisnis, dan akses pasar yang tepat. Dari rengginang, jamur, hingga tempe, produk lokal kini memiliki peluang untuk membawa cita rasa Indonesia melangkah lebih jauh ke panggung dunia.

Kategori :