MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Hal itu ditegaskan dalam pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin 13 April 2026.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Pendidikan yang baru dikukuhkan.
Ia berharap lembaga tersebut dapat berperan aktif sebagai penggerak sekaligus pengawas dalam pembangunan sektor pendidikan.
“Selamat kepada 13 profesional yang hari ini dilantik. Saya yakin dapat memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan pendidikan di Lampung,” ujarnya.
BACA JUGA:SPMB Lampung 2026/2027 Dirombak, Seleksi Lebih Objektif dan Utamakan Kualitas
Menurut Gubernur, pendidikan merupakan amanat konstitusi yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Ia menekankan, sejarah telah membuktikan bahwa kaum terdidik memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa.
“Pendidikan adalah harapan orang tua agar anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai wujud komitmen nyata, Pemprov Lampung telah menghapus uang komite untuk SMA negeri serta menghadirkan program pendidikan gratis.
BACA JUGA:Dugaan Malpraktik di RS Puri Betik Hati, DPRD Lampung Lakukan Pendalaman
Selain itu, pemerintah juga membebaskan sekitar 24 ribu ijazah siswa yang sebelumnya tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar agar para siswa dapat memperoleh hak administratifnya secara utuh.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi hambatan ekonomi bagi anak-anak Lampung untuk mengenyam pendidikan,” tegasnya.
Gubernur juga menargetkan pada 2026 tidak ada lagi anak putus sekolah di Lampung, seiring dengan upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sistem pendidikan secara menyeluruh.