Mengulik Bakakak Hayam, Ayam Panggang Utuh Khas Sunda Sarat Makna

Minggu 08-03-2026,06:01 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bakakak Hayam merupakan salah satu pusaka kuliner tradisional kebanggaan masyarakat Sunda di Jawa Barat.

Sajian berupa ayam panggang utuh ini sangat populer di berbagai daerah, terutama di pusat kuliner seperti Bandung dan sekitarnya. Cita rasanya yang gurih berpadu dengan aroma bakaran sukses menggugah selera siapa saja.

Nama "bakakak" sendiri diambil dari bentuk penyajiannya yang sangat khas dan unik. Ayam dibelah pada bagian dada, lalu direntangkan saat dipanggang menyerupai posisi tubuh yang terbuka.

Tampilan ayam utuh yang eksotis ini juga kerap menjadi objek yang menarik dalam dunia fotografi makanan.

BACA JUGA:KUR BRI Maret 2026: Pinjaman Rp50 Juta Bisa Dicicil Mulai Rp990 Ribuan per Bulan

Filosofi dan Makna di Balik Bentuknya

Lebih dari sekadar pengisi perut, hidangan lezat ini sarat akan nilai simbolis budaya. Bakakak hayam sering menjadi elemen wajib dalam berbagai upacara adat masyarakat Sunda.

Mulai dari acara seren taun, syukuran keluarga, hingga prosesi sakral pernikahan tradisional.

Pada upacara pernikahan, sajian ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kedua mempelai. Ayam utuh melambangkan harapan kuat akan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga kelak. Saat disantap bersama-sama, hidangan ini merepresentasikan nilai kerukunan keluarga besar.

BACA JUGA:5 Merek Jam Tangan Homage Terbaik yang Stylish dengan Harga Terjangkau

Karakteristik dan Bumbu Rempah Pilihan

Keistimewaan menu ini terletak pada proses pengolahannya yang menggunakan teknik potong menyerupai kupu-kupu (butterfly cut). Ayam dibelah dari dada dan dilebarkan tanpa memotong bagian tubuhnya sama sekali. Proses ini memastikan racikan bumbu dapat meresap sempurna ke seluruh serat daging.

Bumbu yang digunakan merupakan perpaduan rempah Nusantara yang kaya dan aromatik. Campuran bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, jahe, dan kunyit menjadi fondasi rasanya. Rempah-rempah segar ini dihaluskan dan ditumis terlebih dahulu sebelum digunakan untuk merebus ayam.

Sebelum naik ke atas pemanggang, ayam harus direbus perlahan bersama bumbu hingga kuahnya menyusut drastis. Teknik pemanggangan di atas arang kemudian memberikan sentuhan akhir berupa aroma smokey yang khas. Warna kecokelatan yang mengkilap membuatnya tampil sangat menawan saat dihidangkan di meja makan.

BACA JUGA:Bongkar Spek Nothing Phone 4a Pro 5G: Desain Transparan dan Glyph Makin Kece

Kategori :