Bukit Larangan Panceng, Menikmati Panorama Hijau dari Ketinggian Gresik

Kamis 05-03-2026,15:36 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Keindahan sebuah kota kerap kali menemukan sudut terbaiknya ketika disaksikan dari ketinggian. Dari atas bukit atau puncak perbukitan, bentang alam yang semula tampak biasa dapat berubah menjadi panorama yang memikat, menghadirkan perspektif baru tentang lanskap yang sehari-hari dilewati. 

Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terdapat satu lokasi yang menawarkan pengalaman tersebut, yakni Bukit Larangan Panceng, sebuah destinasi alam yang masih relatif tersembunyi dan belum banyak tersentuh arus wisata massal.

Bukit Larangan berada di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Lokasinya berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Gresik dan kurang lebih 10 kilometer dari Desa Gosari. Akses menuju kawasan ini tergolong cukup mudah karena dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. 

Dari bundaran Gresik Kota Baru, perjalanan dilanjutkan dengan mengambil arah menuju Kecamatan Panceng. Setelah tiba di wilayah kecamatan tersebut, pengunjung dapat meneruskan perjalanan hingga Desa Prupuh. Setibanya di area parkir, kendaraan dapat dititipkan dengan membayar retribusi parkir sebesar Rp3 ribu per unit.

BACA JUGA:Polresta Bandar Lampung Salurkan 130 Paket Sembako untuk Ojol

Kendati akses jalannya tidak terlalu sulit, Bukit Larangan Panceng belum ramai dikunjungi wisatawan. Salah satu penyebabnya adalah berkembangnya cerita-cerita mistis yang melekat pada kawasan ini, ditambah dengan minimnya sarana dan prasarana penunjang wisata. 

Namun demikian, suasana yang masih alami justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta ketenangan dan keasrian alam. Lanskap yang tersaji di kawasan ini menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan destinasi yang telah dikelola secara komersial.

Dari area parkir, perjalanan menuju puncak bukit harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalur yang ditempuh memang memerlukan tenaga ekstra karena pengunjung harus menyusuri kontur perbukitan yang cukup menanjak. 

Sepanjang perjalanan, hamparan pepohonan besar dengan dedaunan lebat akan menyambut langkah demi langkah. Rimbunnya vegetasi menghadirkan suasana teduh sekaligus memberikan sensasi petualangan yang menyenangkan, seolah membawa pengunjung menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.

BACA JUGA:Gasak Uang dan Emas Saat Ibadah, Dua Pemuda Dibekuk Polsek Ngaras

Secara ketinggian, Bukit Larangan Panceng memang tidak tergolong sebagai bukit yang menjulang ekstrem. Akan tetapi, medan pendakiannya cukup menantang, terutama saat musim hujan ketika bebatuan di sepanjang jalur menjadi licin dan rawan tergelincir. 

Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian serta kesiapan fisik yang memadai. Meski demikian, rasa lelah yang dirasakan selama perjalanan akan terbayar lunas ketika kaki akhirnya menjejak puncak.

Setibanya di atas, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang dengan hembusan angin sejuk yang berembus perlahan. Ketenteraman yang tercipta di ketinggian itu menghadirkan sensasi relaksasi alami, membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati momen. 

Dari titik tertinggi bukit, lanskap Gresik tersaji luas di hadapan mata. Hamparan pepohonan hijau membentang sejauh pandang, berpadu dengan gugusan perbukitan kapur yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

BACA JUGA:Heti Friskatati Ditarik dari Banggar, DPRD Bandar Lampung Lakukan Sejumlah Rolling

Kategori :