Pesona Batu Agung di Bukit Goa Lawa Tegal, Panorama Eksotis dan Watu Semar

Senin 02-03-2026,20:31 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Keindahan alam yang tersembunyi di wilayah Kabupaten Tegal terus menawarkan daya tarik tersendiri bagi para pencinta wisata petualangan. 

Salah satu destinasi yang patut diperhitungkan adalah Bukit Goa Lawa yang berada di Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang. 

Kawasan ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang memanjakan mata, tetapi juga menyimpan keunikan bentang alam yang memicu rasa penasaran, baik dari kalangan wisatawan maupun pemerhati sejarah.

Bukit yang oleh masyarakat sekitar dikenal dengan sebutan Gunung Lawa tersebut memiliki ciri khas yang tidak lazim. 

BACA JUGA:Pererat Kebersamaan, Rutan Krui Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan

Penamaan “Lawa” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar, merujuk pada banyaknya satwa tersebut yang menghuni gua-gua alami di kawasan bukit. 

Kehadiran gua-gua inilah yang kemudian menjadi identitas utama kawasan tersebut, sekaligus memperkuat nuansa eksotis yang menyelimuti lokasi wisata ini.

Secara visual, Gunung Lawa tidak sepenuhnya menyerupai bukit pada umumnya. Struktur permukaannya justru tampak seperti susunan bebatuan besar yang terhampar secara alami, bahkan sekilas terlihat menyerupai tumpukan batu yang disusun dengan sengaja. 

Fenomena ini menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk kemungkinan adanya nilai historis atau geologis tertentu yang belum sepenuhnya terungkap. 

BACA JUGA:Parosil Temui Gubernur Mirza, Bahas Sekolah Rakyat hingga Relokasi Gajah Liar

Namun demikian, untuk memastikan asal-usul formasi tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli, khususnya di bidang arkeologi dan geologi.

Di bagian puncak bukit, terdapat sebuah batu berukuran besar yang memiliki bentuk menyerupai kepala manusia. Keunikan batu ini menjadikannya sebagai salah satu daya tarik utama bagi pengunjung. 

Warga setempat menyebutnya sebagai “Watu Semar”, sebuah nama yang diambil dari tokoh pewayangan Jawa yang dikenal bijaksana dan sarat makna filosofis. 

Kehadiran Watu Semar tidak hanya memperkaya nilai estetika kawasan, tetapi juga menambah unsur kearifan lokal yang melekat kuat pada destinasi ini.

BACA JUGA:Guru Honorer Bersertifikasi di Lampung Selatan Dilarang Terima Gaji dari Dana BOS

Kategori :