MEDIALAMPUNG.CO.ID – Banyak orang mengeluhkan sensasi tenggorokan penuh lendir atau berdahak meskipun mereka tidak sedang mengalami batuk sama sekali.
Kondisi yang sering disebut sebagai tenggorokan mengganjal ini sering kali memaksa seseorang untuk berdehem atau menelan berulang kali demi mendapatkan rasa lega sementara.
Sebenarnya, produksi lendir adalah mekanisme normal tubuh untuk menjaga kelembapan saluran napas dan menangkap partikel asing.
Namun, ketika produksi ini berlebihan atau teksturnya mengental, lendir akan menumpuk di area belakang tenggorokan dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu aktivitas harian.
BACA JUGA:5 Selebriti Hollywood Umumkan Cerai di Awal 2026
Mengapa Lendir Menumpuk Tanpa Gejala Batuk?
Penyebab paling dominan dari kondisi ini adalah Postnasal Drip, di mana lendir berlebih dari rongga hidung atau sinus mengalir turun ke arah tenggorokan. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang menderita sinusitis kronis atau rinitis alergi, yang membuat lendir mengalir perlahan tanpa memicu refleks batuk.
Selain masalah pada saluran pernapasan atas, gangguan pada sistem pencernaan juga memegang peranan penting. Penyakit refluks asam lambung atau GERD sering kali mengirimkan asam ke area kerongkongan, yang kemudian memicu iritasi dan meningkatkan produksi lendir sebagai bentuk proteksi alami tubuh.
Faktor lingkungan seperti polusi udara, paparan asap rokok, hingga kondisi dehidrasi juga menjadi pemicu yang tidak boleh disepelekan. Kurangnya asupan cairan membuat lendir kehilangan kadar airnya, sehingga tekstur dahak menjadi sangat pekat dan sulit untuk dibersihkan secara alami oleh silia di tenggorokan.
BACA JUGA:7 Artis Jalani Umrah di Ramadan 2026
Mengenal Pemicu Alergi dan Iritasi Luar
Alergi saluran pernapasan terhadap debu, bulu hewan, atau perubahan suhu ekstrem sering kali bermanifestasi sebagai penumpukan lendir saja. Tubuh bereaksi terhadap iritan tersebut dengan mempercepat kerja kelenjar mukosa, namun tidak cukup kuat untuk merangsang saraf yang memicu terjadinya batuk.
Selain itu, sisa-sisa infeksi virus seperti flu yang sebenarnya sudah sembuh terkadang meninggalkan residu produksi lendir yang bertahan lebih lama.
Pada fase pemulihan ini, penderita biasanya sudah tidak lagi merasa sakit atau batuk, namun sensasi "lendir yang tertinggal" masih terasa nyata di kerongkongan.
BACA JUGA:5 Destinasi Wisata Religi Ramadan 2026 Terseru!