Dari arah Weleri, perjalanan dilanjutkan menuju Terminal Sukorejo dengan mengikuti jalur utama yang tersedia.
Setelah sampai di terminal, perjalanan diteruskan dengan mengambil arah lurus hingga menemukan perempatan jalan, kemudian berbelok ke kanan dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan permukiman warga yang menjadi akses utama menuju lokasi danau.
Meskipun sebagian jalur melewati area perkampungan, kondisi jalan relatif dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menariknya, perjalanan menuju Danau Banaran juga menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
BACA JUGA:Batagor, Ikon Kuliner Bandung yang Tetap Eksis dan Mendunia
Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang memukau, mulai dari hamparan perkebunan hingga lanskap perbukitan yang asri.
Udara yang sejuk dan segar semakin menambah kenyamanan selama perjalanan.
Di kejauhan, terlihat pula siluet megah Gunung Prau yang menjulang di kawasan Dieng, menambah keindahan panorama yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan menuju lokasi.
Dengan segala keunggulan yang dimilikinya, Danau Banaran berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kendal.
BACA JUGA:Polisi Gerebek Sabung Ayam di Lampung Utara, Satu Orang Hilang Usai Lompat ke Sungai
Keindahan alam yang masih terjaga, akses yang relatif mudah, serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus keindahan dalam satu tempat.
Upaya masyarakat setempat dalam kembali mempromosikan destinasi ini menjadi langkah positif dalam mendorong sektor pariwisata lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Ke depan, diharapkan pengelolaan Danau Banaran dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, pesona alam yang dimiliki tidak hanya dapat dinikmati oleh generasi saat ini, tetapi juga tetap lestari bagi generasi mendatang.(*)