MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dunia kerja tidak lagi berdiri di atas satu jalur yang pasti. Ketika stabilitas pekerjaan formal semakin rapuh, banyak orang mulai mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Di titik inilah kerja freelance bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan strategi bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Freelance hadir sebagai respons atas perubahan zaman. Kontrak jangka pendek, fleksibilitas waktu, dan berbasis keterampilan membuat pola kerja ini semakin diminati, terutama oleh generasi muda dan pekerja yang terdampak gelombang efisiensi perusahaan.
Dulu, pekerjaan tetap identik dengan rasa aman. Gaji bulanan, tunjangan, dan jenjang karier menjadi fondasi hidup banyak orang. Namun realitas kini menunjukkan hal berbeda.
BACA JUGA:Bertahan dengan Kerja Mandiri di Era Ketidakpastian
Pemutusan hubungan kerja, kontrak yang mudah berakhir, hingga tekanan target membuat status “pegawai tetap” tak lagi sepenuhnya menjamin keberlangsungan hidup.
Di tengah situasi itu, freelance menawarkan satu hal yang semakin mahal nilainya, yakni kendali. Kendali atas waktu, jenis pekerjaan, dan arah karier.
Meski tanpa kepastian penghasilan bulanan, banyak pekerja justru merasa lebih berdaya karena tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.
Perubahan paling mendasar dari era freelance adalah pergeseran nilai. Jabatan tak lagi menjadi ukuran utama, keterampilanlah yang menentukan nilai seseorang.
BACA JUGA:Tak Semua Siap Jadi Freelancer, Tapi Banyak yang Mencoba
Desainer, penulis, editor video, programmer, hingga analis data kini bisa bertahan hidup tanpa kantor tetap, selama kemampuan mereka relevan dan dibutuhkan pasar.
Freelance memaksa individu terus belajar. Mereka yang berhenti mengasah kemampuan akan tertinggal, sementara yang adaptif justru memiliki peluang lebih luas.
Dalam konteks ini, bertahan hidup bukan soal siapa tempat kerjanya, melainkan seberapa berguna keahliannya.
Namun di balik fleksibilitas, freelance juga membawa risiko yang tidak kecil. Tidak ada jaminan kesehatan, pendapatan tidak menentu, dan batas antara kerja serta kehidupan pribadi sering kali kabur.
BACA JUGA:Freelance dan Kelelahan yang Jarang Dibicarakan