Sebaliknya, freelancer yang gagal menjaga disiplin akan tersingkir secara perlahan. Bukan karena kurang berbakat, melainkan karena tidak mampu mengelola kebebasan yang dimilikinya sendiri.
Freelance pada akhirnya mengajarkan satu pelajaran penting: disiplin sejati tidak lahir dari pengawasan, melainkan dari tanggung jawab personal.
Tanpa seragam, tanpa jam masuk, dan tanpa teguran, hanya mereka yang mampu mengatur diri yang bisa bertahan dan berkembang.
Dalam dunia kerja yang kian fleksibel, disiplin bukan lagi soal kepatuhan pada aturan, tetapi tentang komitmen pada kualitas dan profesionalisme.
BACA JUGA:Freelance Jadi Jalan Aman di Tengah Dunia Kerja yang Goyang