LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Program nasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lampung Utara terus berjalan.
Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai 30 persen atau sebanyak 70 gedung dari total 247 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Utara, Mikael Saragih, menyampaikan bahwa dari total 247 gedung yang direncanakan, 70 unit telah dibangun dan memasuki tahap pengerjaan fisik lanjutan.
“Dari 247 gedung Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, saat ini telah dibangun 70 gedung atau 30 persen,” ujar Mikael Saragih saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat 20 Februari 2026.
BACA JUGA:Selama Ramadhan, Sat Lantas Polres Lampung Utara Perketat Kamseltibcar Lantas di Titik Rawan
Ia menjelaskan, selain progres pembangunan fisik, seluruh persyaratan administrasi dan proses aplikasi koperasi desa juga telah terealisasi.
“Untuk persyaratan proses aplikasi kopdes, alhamdulillah, 247 desa dan kelurahan telah terealisasi semua. Saat ini, pembangunan fisik telah memasuki tahap pengerjaan pondasi,” katanya.
Mikael optimistis proyek tersebut dapat segera difungsikan dalam waktu dekat.
“Pada bulan Maret mendatang, insyaallah, sudah dapat diresmikan,” tambahnya.
BACA JUGA:Acer Swift X 14 AI: Intel Ultra 9 dan RTX 5060 dalam Bodi Tipis 1,5 Kg
Saat ditanya terkait besaran anggaran pembangunan setiap gedung koperasi, mantan Kepala BP2KA itu menyebut pihaknya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran fisik.
“Untuk anggaran per gedung, tidak ada kaitannya dengan Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja, silakan langsung konfirmasi dengan yang mengerjakan pembangunan fisik tersebut,” tegasnya.
Keberadaan fasilitas Koperasi Merah Putih ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, memotong rantai pasok yang panjang, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Pemerintah desa pun optimistis koperasi tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil.
BACA JUGA:Agus Djumadi: Pancasila Bukan Hanya Teori