Perbedaan penetapan awal Ramadhan ini kembali mencerminkan perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni antara rukyat dan hisab.
Meski demikian, pemerintah menghimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.
Kementerian Agama menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum resmi negara yang melibatkan berbagai unsur dan mengedepankan musyawarah.
Pemerintah berharap penetapan awal Ramadhan ini dapat menjadi pedoman bersama, sekaligus memperkuat persatuan umat dalam menjalankan ibadah puasa.
BACA JUGA:Peluang Emas UMKM, KUR BRI 2026 Tawarkan Plafon Rp250 Juta
Dengan ditetapkannya 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh khidmat, kedamaian, dan semangat beribadah.