Dugaan Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa di Kemiling Alami Gejala Serupa

Minggu 15-02-2026,16:25 WIB
Reporter : Arif Setiawan
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ratusan pelajar dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu 11 Februari 2026.

Tiga sekolah yang siswanya menunjukkan gejala serupa adalah SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, sembilan guru, serta satu orang tua guru mengalami keluhan diare. 

Sementara itu, di SD Al Munawaroh terdapat 64 siswa, 11 tenaga pendidik dan penjaga sekolah, serta satu orang tua guru yang terdampak.

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Polresta Bandar Lampung Kembangkan Budidaya Ikan

“Dari dua sekolah tersebut, total 163 orang mengalami keluhan dan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan. Lima diantaranya harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,”ucapnya Muhtadi Arsyad Temenggung, Minggu 15 Februari 2026.

Dua guru dirawat di RS Graha Husada dan Klinik Idsa Medika, satu orang tua guru dirawat di RS Bumi Waras, sedangkan dua siswa mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara dan RS Bintang Amin.

Dinas Kesehatan juga melakukan verifikasi terhadap laporan serupa di SMPN 14 Bandar Lampung. Hasil pendataan menunjukkan 43 orang melaporkan gejala, dengan 37 orang menjalani perawatan jalan dan enam lainnya dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, RS Beleza, dan Puskesmas Kemiling.

“Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, apakah berkaitan dengan konsumsi makanan atau faktor lain,”sambungnya.

BACA JUGA:Kejuaraan Tinju Amatir 2026 Resmi Digelar, Ajang Pembinaan Atlet Muda Lampung

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyampaikan bahwa ketiga sekolah menerima pasokan makanan dari satu titik pelayanan yang sama di wilayah Kemiling. 

Laporan awal diterima dari wilayah kerja Puskesmas Kemiling setelah sejumlah siswa mengalami diare secara bersamaan.

“Gejala dilaporkan muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan. Sebagian besar korban mengalami demam dan nyeri perut, yang kemudian disusul muntah serta diare. Beberapa kasus juga diawali dengan mata bengkak dan gatal sebelum muncul demam,”tambahnya.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan pasokan makanan berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Secara fisik, fasilitas pengolahan dinilai cukup layak, namun izin operasional belum diterbitkan karena belum memenuhi seluruh persyaratan teknis, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Perkuat Promosi Wisata, Kawasan Pesisir Disiapkan Jadi Destinasi Baru

Kategori :