MEDIALAMPUNG.CO.ID - Resep kacamata sering kali terlihat rumit karena dipenuhi singkatan dan deretan angka yang membingungkan.
Padahal, memahami isi resep tersebut sangat penting agar Anda tidak salah memilih lensa dan bisa mendapatkan kualitas penglihatan terbaik.
Dengan mengetahui arti setiap istilah dalam resep, Anda dapat lebih percaya diri saat memesan kacamata di optik maupun secara daring.
Resep kacamata biasanya diberikan setelah pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata atau tenaga refraksi.
BACA JUGA:Link DANA Kaget 15 Februari 2026, Klaim Saldo Gratis Tanpa Upgrade
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kelainan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dituangkan dalam format standar yang mudah dipahami oleh tenaga optik, namun sering kali masih asing bagi masyarakat umum.
Salah satu istilah pertama yang akan Anda temukan adalah OD dan OS. OD merujuk pada mata kanan, sedangkan OS menunjukkan mata kiri.
Terkadang juga terdapat OU yang berarti kedua mata. Penulisan ini penting karena kekuatan lensa pada masing-masing mata bisa berbeda.
BACA JUGA:Sambut Ramadan, Koramil dan Polsek Tanjung Bintang Gelar Patroli
Bagian berikutnya adalah SPH atau sphere. Angka pada kolom ini menunjukkan kekuatan lensa utama untuk mengoreksi rabun jauh atau rabun dekat.
Tanda minus pada angka menandakan miopi atau rabun jauh, yaitu kondisi ketika objek jauh terlihat kabur.
Sebaliknya, tanda plus menunjukkan hipermetropi atau rabun dekat, di mana objek dekat tampak kurang jelas. Semakin besar angka yang tercantum, semakin kuat koreksi lensa yang diperlukan.
Jika terdapat gangguan astigmatisme, akan muncul kolom CYL atau cylinder. Nilai ini menunjukkan seberapa besar koreksi silinder yang dibutuhkan.
BACA JUGA:Konsolidasi MBG di Lampung, Dorong Serapan Produk Lokal dan Ciptakan Lapangan Kerja