Parosil menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya harus mempertimbangkan keadilan pembangunan bagi seluruh kecamatan, termasuk Suoh, Batu Brak, Pagar Dewa, dan Sekincau.
Prinsip pemerataan menjadi dasar utama dalam menentukan skala prioritas program pembangunan daerah.
Dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024, meski pelantikan periode kedua baru berlangsung Februari 2025, ia telah mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Suoh yang dinilai memiliki kondisi jalan paling memprihatinkan.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan paling mendesak dan asas pemerataan.
BACA JUGA:Usai Viral Angkut Telur dan Salak, Pemkab Lampung Utara Tarik Mobil Perpustakaan Keliling
Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama DPRD serta dukungan legislatif tingkat provinsi dan pusat terus memperjuangkan penanganan ruas Sumberjaya hingga Pura Mekar, Kebun Tebu, sampai Mutar Alam, Air Hitam.
Parosil menekankan bahwa ikhtiar pembangunan harus berjalan beriringan dengan doa dan kerja keras.
Ramadan, menurutnya, menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, melainkan juga tentang kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus dalam melayani masyarakat.
BACA JUGA:Klaim Tanpa Upgrade Premium! Link DANA Kaget 14 Februari 2026 Resmi Dibagikan
Satu tahun kepemimpinan periode kedua ini menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah daerah.
Di tengah tantangan fiskal yang membatasi ruang gerak, arah pembangunan Lampung Barat tetap difokuskan pada pemerataan, keberpihakan kepada wilayah yang paling membutuhkan, serta sinergi antara eksekutif dan legislatif.
Ramadan 1447 Hijriah membawa harapan baru bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin menegaskan kesiapan untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap, terukur, dan merata demi kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru daerah.