Bruntusan tidak hanya berkaitan dengan skincare, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Mengganti sarung bantal secara rutin, setidaknya dua kali seminggu, dapat mengurangi paparan bakteri pada kulit wajah.
Hindari terlalu sering menyentuh wajah, pastikan makeup dibersihkan hingga benar-benar bersih, serta batasi konsumsi makanan tinggi gula dan gorengan.
Mengelola stres juga penting karena stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berdampak langsung pada kondisi kulit.
BACA JUGA:Ujung Tiro Bulukumba, Pantai Sunyi di Ujung Selatan Sulawesi
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Jika bruntusan tidak kunjung membaik meski sudah melakukan perawatan rutin, disertai rasa nyeri atau peradangan, atau menyebar luas hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan pengobatan topikal atau terapi khusus sesuai dengan kondisi dan jenis kulit.
Bruntusan umumnya terjadi akibat kombinasi pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, serta perawatan kulit yang kurang tepat.
Kunci untuk mengatasinya adalah pembersihan wajah yang benar, eksfoliasi teratur, pemilihan produk sesuai jenis kulit, serta penerapan kebiasaan hidup bersih. Dengan perawatan yang konsisten, kulit dapat kembali terasa halus, sehat, dan terawat.(*)