MEDIALAMPUNG.CO.ID - Memilih hidup sebagai freelance kreatif bukan sekadar soal pekerjaan, tapi soal keberanian.
Keberanian meninggalkan jalur aman, keberanian menolak gaji tetap, dan keberanian menggantungkan hidup pada ide, imajinasi, serta kemampuan diri sendiri. Di dunia yang masih memuja stabilitas, freelancer kreatif berdiri di jalur yang sering dianggap nekat.
Namun justru di situlah letak kekuatannya. Freelance kreatif bukan tentang menunggu kesempatan, tapi menciptakannya.
Bagi freelancer kreatif, karya bukan hobi. Ia adalah sumber nafkah. Desain, tulisan, video, ilustrasi, motion graphic, fotografi, hingga konten digital menjadi “mata uang” sehari-hari. Setiap ide bisa bernilai, setiap konsep bisa dibayar, setiap kreativitas punya harga.
BACA JUGA:Freelance Motion Graphic dan Dunia Visual Serba Cepat
Berbeda dengan pekerja kantoran yang menunggu gaji di akhir bulan, freelancer hidup dari proyek ke proyek.
Hari ini ramai, besok bisa sepi. Ketidakpastian ini yang sering membuat orang ragu. Tapi bagi mereka yang sudah terjun, justru di situlah tantangannya.
Freelance selalu dijual dengan narasi kebebasan. Bebas waktu, bebas tempat, bebas memilih klien. Semua itu benar, tapi tidak lengkap.
Di balik kebebasan, ada ketakutan. Takut sepi proyek, takut klien menghilang, takut ide mandek, takut tidak cukup uang di akhir bulan.
BACA JUGA:Freelance Desainer: Hidup dari Visual, Bertahan dari Revisi
Freelancer kreatif hidup di antara dua dunia, merdeka tapi penuh tekanan. Tidak ada HRD yang menenangkan, tidak ada atasan yang memberi arahan, tidak ada sistem yang menjamin. Semua keputusan ada di tangan sendiri.
Banyak yang fokus belajar skill, tapi lupa membangun mental. Padahal di dunia freelance, mental sering lebih menentukan daripada kemampuan teknis.
Ditolak klien, direvisi berkali-kali, ditawar murah, bahkan tidak dibayar, adalah cerita yang terlalu biasa.
Freelancer kreatif yang bertahan bukan yang paling jago, tapi yang paling tahan. Tahan ditolak, tahan diremehkan, tahan bangkit saat jatuh. Keberanian hidup dari karya berarti siap berdamai dengan proses yang tidak selalu indah.
BACA JUGA:Editor Video Lepas di Era Reels, Shorts, dan TikTok