Untuk mengajukan KUR BRI 2026, pemohon perlu menyiapkan dokumen administrasi yang menjadi syarat utama pengajuan.
Dokumen tersebut meliputi identitas diri, kartu keluarga, surat keterangan usaha atau Nomor Induk Berusaha, serta dokumen pendukung lain seperti akta nikah bagi pemohon yang telah menikah.
Untuk pengajuan di atas nominal tertentu, NPWP juga menjadi persyaratan. Selain itu, usaha yang dijalankan umumnya harus telah aktif minimal enam bulan. Seluruh dokumen akan dinilai oleh pihak bank sebagai bagian dari proses analisis kelayakan.
BACA JUGA:Cara Legal Mendapatkan Saldo DANA Gratis di Awal 2026
Jenis KUR dan Skema Bunga
BRI menyediakan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha peminjam. Bagi pelaku usaha pemula, tersedia KUR Supermikro dengan bunga paling rendah.
Sementara itu, UMKM yang membutuhkan modal lebih besar dapat mengajukan KUR Mikro atau KUR Kecil dengan skema bunga bertahap.
Skema bunga tersebut dirancang agar debitur yang disiplin dan memiliki riwayat pembayaran baik tetap memperoleh fasilitas pembiayaan yang kompetitif di masa mendatang.
BACA JUGA:Bunda Eva Tinjau Lokasi Banjir, Pemkot Siapkan Rekayasa Aliran Sungai
Plafon Pinjaman dan Jangka Waktu
Besaran pinjaman KUR BRI 2026 ditentukan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan usaha debitur.
Nilai pembiayaan dapat dimulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, dengan jangka waktu pengembalian antara satu hingga lima tahun.
Penetapan plafon dan tenor dilakukan melalui analisis menyeluruh agar cicilan yang dibayarkan tidak memberatkan dan tetap sejalan dengan kondisi keuangan usaha.
BACA JUGA:Diduga Cemari Sungai, Aktivitas PT Kencana Acidindo Perkasa Diprotes Warga
Gambaran Cicilan Bulanan
Besaran cicilan KUR BRI sangat dipengaruhi oleh nominal pinjaman dan lama tenor.