UMKM Bisa Ajukan KUR BRI 2025 Rp80 Juta dengan Tenor Fleksibel

Kamis 18-09-2025,15:16 WIB
Reporter : Adi Pabara
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Program Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia kembali menjadi sorotan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tahun 2025. 

Dengan plafon pinjaman hingga Rp80 juta, bunga rendah, serta kemudahan syarat, KUR BRI dianggap sebagai salah satu opsi pembiayaan paling realistis dan menguntungkan bagi pengusaha kecil yang ingin melakukan ekspansi usaha secara bertahap namun pasti.

Pemerintah Indonesia melalui skema KUR BRI 2025 menyalurkan dana sebesar Rp170 triliun yang disebar secara nasional. 

Bunga pinjaman yang hanya berkisar 6 persen per tahun menjadikan program ini sangat kompetitif dibandingkan pinjaman konvensional dari lembaga pembiayaan lain.

BACA JUGA:Pemkab Lampung Barat Gelar Konsultasi Publik RDTR Liwa dan Geopark Suoh

Pinjaman Rp80 Juta, Cukupkah untuk Ekspansi Usaha?

Jumlah pinjaman sebesar Rp80 juta dinilai sangat ideal, khususnya bagi UMKM yang tengah berada pada fase tumbuh. Dana tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan produktif seperti pembelian alat produksi, renovasi tempat usaha, pengadaan bahan baku, hingga pengembangan sistem distribusi. 

Tak hanya itu, dana ini juga bisa menjadi stimulus untuk membuka lapangan kerja baru atau menambah cabang operasional.

Kelebihan utama dari KUR BRI 2025 adalah skema cicilannya yang sangat fleksibel. Nasabah dapat memilih tenor pinjaman sesuai kemampuan dan perputaran uang usaha.

BACA JUGA:Pilihan Jam Tangan Seiko Terbaik Lengkap dengan Daftar Harganya

Simulasi Angsuran KUR BRI 2025 untuk Plafon Rp80 Juta

Bagi UMKM yang ingin mengetahui gambaran angsuran, berikut estimasi cicilan per bulan berdasarkan tenor pinjaman:

  • 12 bulan: sekitar Rp7 juta
  • 18 bulan: sekitar Rp4,8 juta
  • 24 bulan: sekitar Rp3,7 juta
  • 36 bulan: sekitar Rp2,5 juta
  • 48 bulan: sekitar Rp2 juta
  • 60 bulan: sekitar Rp1,7 juta

Perlu dicatat bahwa angka-angka di atas merupakan simulasi kasar dan dapat berubah tergantung kebijakan serta perhitungan suku bunga efektif yang digunakan pihak bank. Namun secara umum, semakin panjang tenor, maka semakin ringan cicilan bulanan, meski total bunga yang dibayarkan akan lebih besar.

BACA JUGA:Gubernur Mirza dan Menko Perekonomian Bahas Tata Niaga Singkong, Hasilkan Empat Kesepakatan

Bagaimana Menentukan Tenor yang Paling Sesuai?

Tenor pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas keuangan usaha. Prinsip umumnya, total cicilan bulanan idealnya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan kotor bulanan agar tidak mengganggu arus kas.

Sebagai contoh:

  • Jika omzet usaha mencapai Rp6 juta per bulan, maka tenor 60 bulan dengan cicilan sekitar Rp1,7 juta adalah opsi yang relatif aman.
  • Namun jika omzet bulanan di atas Rp10 juta, pelaku usaha bisa memilih tenor lebih pendek agar bunga yang dibayarkan lebih kecil dan pinjaman cepat lunas.

BACA JUGA:Jelang HUT TNI ke-80, Koramil 410-04/TKT Gelar Karya Bakti di Pasar Way Halim

Keunggulan KUR BRI 2025 Dibanding Pinjaman Lain

Kategori :