Fenomena Blade Ball di Roblox: Antara Inovasi, Adiksi, dan Kritik

Rabu 03-09-2025,00:16 WIB
Reporter : Enrique Ferari
Editor : Budi Setiawan

Beberapa kemampuan terkuat hanya bisa diperoleh melalui pembelian berulang atau keberuntungan dari spin. Progres pemain non-pembayar pun dinilai lambat, dengan waktu bermain yang bisa mencapai puluhan jam untuk membuka satu kemampuan unggulan secara gratis.

“It’s a cash grab that became successful somehow,” tulis seorang pengguna di forum Reddit. “Ada kemampuan seperti Infinity-nya Gojo yang bisa dibeli. Gak adil banget.” (Reddit, r/roblox)

BACA JUGA:Cara Klaim Saldo Gratis dari DANA Kaget Awal September 2025

Respons Komunitas: Pujian dan Kritikan

Di satu sisi, komunitas memuji Blade Ball sebagai game dengan konsep segar dan adiktif. Kecepatan, refleks, dan strategi dibutuhkan untuk bertahan hidup di arena. Namun, tidak sedikit pula yang mengecam:

  1. Pay-to-Win (P2W) – Pemain dengan kemampuan berbayar punya keunggulan signifikan.
  2. Bug dan Lag – Beberapa pemain mengeluhkan delay saat memukul bola atau lag berat.
  3. Repetitif – Tidak banyak variasi dalam gameplay utama.
  4. Masalah Keamanan – Penipuan trade dan file PowerShell berbahaya mulai merebak.

“Ada scam lewat PowerShell file. Jangan pernah kirim file apa pun ke orang asing,” tulis seorang moderator komunitas di forum Blade Ball.

BACA JUGA:Update Terbaru Fish It! Roblox Rilis Monster Shark, Eerie Shark dan Item Gratis

Pengaruh Budaya Pop dan TikTok

Kesuksesan Blade Ball tak lepas dari kekuatan content creation. 

Klip pertandingan mendebarkan, kemampuan unik, dan efek visual sinematik menyebar luas di TikTok dan YouTube Shorts. 

Karakteristik ini memikat generasi muda, menciptakan buzz yang masif tanpa biaya iklan besar.

BACA JUGA:JBL PartyBox 110: Speaker Pesta Portabel dengan Suara Bertenaga dan Visual Memukau

Kesimpulan: Inovatif tapi Perlu Perbaikan

Blade Ball adalah contoh sukses bagaimana game komunitas bisa tumbuh menjadi raksasa global di era digital. 

Namun, tantangan tetap ada mulai dari sistem ekonomi game yang agresif, masalah teknis, hingga keamanan pemain.

Jika pengembang mampu menyeimbangkan kebutuhan monetisasi dengan pengalaman bermain yang adil, Blade Ball berpotensi menjadi waralaba jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat.

Kategori :