Keduanya kerap membagikan potret kebersamaan mereka, baik di media sosial maupun dalam berbagai wawancara, memperlihatkan hubungan yang saling mendukung dan penuh kehangatan.
Keputusan Millie untuk menjadi ibu lewat jalur adopsi bukanlah hal spontan. Dalam sebuah wawancara di podcast Smartless pada Maret 2025, aktris kelahiran 2004 ini mengungkap bahwa dirinya sudah lama bermimpi untuk menjadi seorang ibu.
Ia mengisahkan bagaimana peran besar ibunya dan neneknya memengaruhi pandangan hidupnya tentang keluarga dan pengasuhan anak. Ia bahkan menyebut keinginannya menjadi ibu sudah ada jauh sebelum ia mengenal Jake.
“Sejak kecil, aku selalu bilang ke ibuku bahwa aku ingin menjadi seorang ibu. Itu impian terbesarku, bahkan sebelum aku punya pasangan,” ujarnya dalam wawancara tersebut.
BACA JUGA:Strategi BRI Jaga Kualitas Portofolio Kredit Lewat Penguatan Manajemen Risiko
Millie juga menegaskan bahwa ia tidak membedakan antara memiliki anak kandung dan mengadopsi.
Ia dan Jake yang sama-sama berasal dari keluarga besar—masing-masing memiliki empat saudara—sepakat ingin membangun rumah tangga yang hangat dan dipenuhi anak-anak.
“Bagi kami, cinta tidak bergantung pada ikatan darah. Yang penting adalah kehadiran, kasih sayang, dan komitmen untuk merawat dan membesarkan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Millie bahkan menyebut bahwa ia ingin memiliki banyak anak di masa depan, baik melalui kelahiran alami maupun jalur adopsi.
BACA JUGA:Sikap Diam Pasha Ungu Saat Anggota DPR Joget di Sidang Tahunan MPR Tuai Pujian
Langkah Millie dan Jake menuai respons positif dari berbagai kalangan. Banyak netizen dan publik figur memuji keberanian mereka dalam mengadopsi di usia muda.
Tidak sedikit pula yang menjadikan pasangan ini sebagai inspirasi dalam membangun keluarga dengan nilai-nilai inklusivitas dan cinta tanpa syarat.
Dengan semakin banyak selebritis muda yang menggunakan platform mereka untuk menyebarkan pesan positif, Millie Bobby Brown dan Jake Bongiovi sekali lagi membuktikan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang pasangan, tapi juga tentang membangun keluarga yang penuh kasih—tak peduli bagaimana caranya. (*)