Dengan luas sekitar satu hektare, telaga ini tampil memesona dengan air berwarna biru kehijauan yang tenang, hasil pantulan langit yang bersih dan rimbunnya pepohonan sekeliling.
Banyak pendaki menyebut Telaga Dewi sebagai ikon sejati Gunung Singgalang—bahkan lebih memesona dibandingkan puncak tertingginya.
Air dari telaga ini bersumber langsung dari alam dan layak dikonsumsi. Tak heran, sebagian besar pendaki memilih bermalam di sekitar area telaga.
Suasana hening, udara yang sejuk, serta pemandangan yang menenangkan menjadikan tempat ini lokasi ideal untuk beristirahat, bermeditasi, atau sekadar menikmati keagungan alam.
BACA JUGA:Gurun Pasir di Ujung Timur, Eksotisme Unik Pantai Oetune
Menurut penuturan dari berbagai sumber, telaga ini diyakini berasal dari bekas kawah gunung yang kini telah tenang.
Hal tersebut menjelaskan bentuk cekungannya dan kejernihan air yang terus terjaga. Keunikan inilah yang menambah nilai istimewa dari Telaga Dewi sebagai danau alami tertinggi di Sumatera Barat.
Selain panorama alamnya yang menawan, Gunung Singgalang juga menyimpan cerita rakyat yang melegenda.
Salah satunya adalah kisah Tujuh Manusia Harimau, sebuah legenda yang berakar dari masyarakat di sekitar kaki gunung.
BACA JUGA:Bukit Langara, Permata Hijau di Jantung Loksado
Dikisahkan, dahulu terdapat sebuah perguruan silat yang menjadikan hutan Singgalang sebagai tempat ujian akhir bagi para muridnya.
Dengan hanya membawa bawang dan garam sebagai bekal, para calon pendekar harus menelusuri belantara gunung.
Mereka yang berhasil kembali sambil membawa sabuk dari kulit harimau, dinyatakan lulus dan memperoleh ilmu sakti bertema harimau.
Legenda tersebut hidup dari generasi ke generasi, memberikan warna tersendiri pada citra Gunung Singgalang yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna dan kisah spiritual.
BACA JUGA:Danau Tolire, Destinasi Wisata Alam yang Sarat Legenda
Kehadiran cerita ini memperkaya pengalaman batin siapa pun yang mendaki, seolah-olah setiap langkah kaki menyusuri jalur gunung turut menapak jejak sejarah budaya lokal yang mengakar kuat.