_ Pertamax Turbo RON 98: Turun Rp200 menjadi Rp13.300 per liter (dari Rp13.500)
_ Pertamax Green 95:
_ Di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur: Turun Rp100 menjadi Rp13.150 per liter (dari Rp13.250)
BACA JUGA:Sumpah Advokat Persadin Angkatan XIV di Pengadilan Tinggi NTB Berlangsung Sukses
_Di Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT: Tetap Rp12.250 per liter
_ Dexlite CN 51: Turun Rp 250 menjadi Rp13.350 per liter (dari Rp13.600)
_ Pertamina Dex (Pertadex) CN 53: Turun Rp150 menjadi Rp13.750 per liter (dari Rp13.900)
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan:
BACA JUGA:Sumpah Advokat Persadin Angkatan XIV di Pengadilan Tinggi NTB Berlangsung Sukses
_ Pertalite RON 90: Tetap Rp10.000 per liter
_ Solar: Tetap Rp6.800 per liter
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan mengikuti rata-rata harga publikasi minyak internasional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah.
“Penurunan harga Pertamax Series dan Dex Series kami pastikan tetap paling kompetitif, dan kami lengkapi dengan berbagai promo serta cashback menarik melalui aplikasi My Pertamina,” ujar Heppy.
BACA JUGA:Ternyata Kita Salah, Indonesia Tidak Dijajah 350 Tahun oleh Belanda
Pertamina menyesuaikan harga BBM umum sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar BBM.
Penurunan Harga oleh BP-AKR