Menariknya, senyawa-senyawa ini tidak memberikan rasa khas saat dikonsumsi, serta bekerja secara independen tanpa saling mendukung.
Temuan ini memberikan harapan baru, baik di bidang kuliner maupun medis. Dalam dunia masak-memasak, senyawa tersebut dapat membantu menciptakan makanan pedas yang lebih seimbang, disesuaikan dengan toleransi pedas setiap individu.
Sedangkan di dunia medis, senyawa ini berpotensi dikembangkan sebagai pereda nyeri alami non-opioid karena kemampuannya meredam reaksi saraf terhadap sensasi terbakar tanpa menimbulkan ketergantungan.
Kesimpulannya, rasa pedas yang kita rasakan saat mengonsumsi cabai bukan hanya dipengaruhi oleh kadar capsaicin semata.
BACA JUGA:Siapa yang Lebih Cepat Rasakan Manfaat Olahraga: Perempuan atau Laki-Laki?
Senyawa-senyawa alami lain yang terdapat dalam cabai ikut andil dalam membentuk persepsi pedas tersebut.
Jadi, jika Anda merasa cabai favorit kadang terasa lebih pedas atau lebih ringan dari biasanya, bisa jadi itu karena senyawa peredam pedas alami sedang bekerja di balik layar, tanpa Anda sadari.