Medialampung.co.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Romli Amd, secara tegas menyatakan sikap menolak RUU Cpta Kerja.
Selain menolak, Romli merupakan Kader Partai Demokrat ini juga, meminta semua pihak untuk bersama-sama menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dalam menyuarakan penolakan dengan lantang untuk keadilan. Persoalan RUU Cipta Kerja saat ini, sedang dalam persoalan Negara menyatakan agar RUU tersebut perlu dicermati satu persatu, hati-hati dan lebih mendalam. “Terkait UU Cipta Kerja itu saat ini lagi menjadi persoalan negara, maka saya sebagai kader partai sekaligus Ketua DPRD Lampura menolak, menyatakan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja itu,” kata Romli melalui sambungan telepon, Jumat malam (9/10). Lebih lanjut dikatakannya, Romli, terkait RUU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin 5 Oktober 2020 lalu , sudah menuai pro kontra dari banyak pihak. Untuk itu, kata dia, perlu dicermati agar semua dapat menyetujuinya. Namun proses pengesahannya malah dipercepat dari jadwal sebelumnya sehingga ini menimbulkan banyak pendapat. Pengesahan RUU Cipta Kerja ini direncanakan pada 8 Oktober 2020 dimajukan menjadi 5 Oktober 2020. “Karena kita sama-sama memahami bahwa ada lima poin penting yang menjadi dasar-dasar penolakan itu, pada intinya RUU Cipta Kerja itu tidak berpihak kepada masyarakat bawah. Terutama, kata Romli, para buruh dan pekerja lainnya, sehingga melihat dari pada RUU itu, yang utama tidak terlalu urgensi atau memaksakan keadaan. Sementara, lanjutnya, yang kedua ada beberapa hal penting. Sebab, ada lima poin penting yang tentunya tidak berpihak pada masyarakat. Maka daripada itu, lanjut Romli, saya Ketua DPRD menolak RUU Cipta Kerja, bahkan minta kepada Presiden untuk dicabut daripada RUU tersebut. Menyikapi aksi-aksi yang sudah terjadi, sambungnya, hal ini memang sudah cukup marak se-Indonesia, dalam rangka penolakan atas UU Cipta Kerja tersebut ini, gabungan para pekerja baik itu buruh dan mahasiswa bersama masyarakat lainnya bersatu menolak RUU Cipta Kerja. "Saya meminta untuk tetap menjaga diri dan jangan mudah terprovokasi, hindari segala bentuk-bentuk benturan fisik, kita suarakan dengan suara yang lantang tetapi bukan dengan melantangkan fisik tapi justru suara untuk mencari suatu keadilan, kepada aparat keamanan juga agar dapat menahan diri agar tidak berjatuhan korban," pintanya. "Kami secara tegas menolak RUU Cipta Kerja itu untuk dijadikan undang-undang," pungkasnya. (ozy/mlo)Ketua DPRD Lampura Tegas Tolak RUU Cipta Kerja
Jumat 09-10-2020,19:55 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-04-2026,16:55 WIB
Diduga Tolak Laporan KDRT, Kapolsek Muara Sungkai Disanksi Disiplin
Sabtu 18-04-2026,14:14 WIB
Penerimaan Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Capai Rp 466,63 Miliar pada Triwulan I 2026
Sabtu 18-04-2026,14:16 WIB
Perumda Way Rilau Perkuat Distribusi Air Bersih, Siaga Hadapi Musim Kemarau 2026 di Bandar Lampung
Sabtu 18-04-2026,16:08 WIB
Taklukkan PSIM Yogyakarta 2-1, Bhayangkara FC Naik ke Posisi Keempat Klasemen Sementara
Sabtu 18-04-2026,16:11 WIB
Pria Beristri di Bandar Lampung Ditangkap, Diduga Cabuli Remaja 15 Tahun
Terkini
Sabtu 18-04-2026,20:33 WIB
Lampung Timur Punya 51 Ribu UMKM, Gubernur Mirza Dorong Akses Pasar dan Modal
Sabtu 18-04-2026,20:13 WIB
Kejurprov Domino Lampung 2026 Digelar, Bidik Prestasi di Kejurnas Bogor
Sabtu 18-04-2026,19:27 WIB
Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai di Jagabaya 1 untuk Cegah Banjir
Sabtu 18-04-2026,19:03 WIB
Mengenal Tari Bedhaya, Tarian Sakral Penuh Filosofi dari Keraton Jawa
Sabtu 18-04-2026,18:48 WIB