Kanker Dapat Dicegah, Berikut Deretan Makanan Pencegah kanker

Jumat 28-02-2020,13:42 WIB
Editor : Rakhmat Setiawan

Medialampung.co.id  - Kanker merupakan penyakit yang tidak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan akan terjadinya 'ledakan' jumlah pengidap kanker di dunia pada tahun 2030. Meski memang belum ada yang namanya makanan yang benar-benar mencegah kanker, namun ada deretan makanan yang bisa memberikan perlindungan pada tubuh dari kanker bila dikonsumsi rutin. Faktanya, hampir 40 persen kanker bisa dicegah. Salah satunya adalah kanker payudara. Oleh karena itu, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah kuncinya. Mengonsumi makanan-makanan berikut bisa membantu mencegah si sel kanker ganas berkembang dalam tubuh. Berikut deretan makanan yang diklaim bisa mencegan kanker, seperti dikutip dari Mirror UK: Apel Apel merupakan sumber serat dan vitamin C terbaik. Komponen terpenting yang bisa membantu melawan sel kanker adalah quercetin, senyawa kimia yang dapat mengurangi inflamasi tubuh dan menghentikan kerusakan sel. Sebuah studi tahun 2016 di Italia menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya satu buah apel sehari dapat mengurangi risiko kanker paru sebanyak 25 persen. Tomat Senyawa likopen dalam tomat, yakni sebuah zat antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat, diklaim dapat melawan sel kanker. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa antioksidan dapat menurunkan risiko kanker prostat pada lelaki meski belum diketahui seberapa banyak yang dibutuhkan agar efektif, atau hanya memang efektif pada lelaki saja. Kopi Sebuah studi besar tahun 2019 pada hampir setengah juta orang menemukan bahwa kopi berpotensi untuk menurunkan setengah risiko tipe kanker hati yang cukup umum. Biji kopi mengandung polifenol, senyawa kimia yang bisa mencegah sel kanker membelah diri. Nasi merah Kabar baik bagi para penggiat diet yang mengonsumsi nasi merah. Menurut American Institute for Cancer Research, nasi merah bisa membantu mencegah kanker karena ada kandung polifenol, senyawa tumbuhan yang mampu menurunkan risiko sejumlah tumor dan juga penyakit jantung dan diabetes tipe dua. Salah satu zat lainnya, yakni senyawa tumbuhan saponin, juga bisa membantu menghancurkan sel-sel kanker. Anggur Anggur kaya akan resveratrol, senyawa tumbuhan yang secara luas dipelajari akan efek anti-kankernya. Kandungan paling tinggi ditemukan di dalam kulit anggur merah atau ungu. Tes menunjukkan resveratrol dapat mencegah kerusakan yang dapat memicu proses kanker dalam sel. Dan bahkan jika kankernya berkembang, beberapa studi menyebutkan bahwa zat kimia tersebut bisa memperlambat perkembangannya. Kacang-kacangan Kacang dan polong-polongan kaya akan serat dan folat, jenis vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi DNA dan material genetik lainnya. Kacang dan polong juga banyak mengandung saponin, senyawa kimia yang terbukti dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker. Salah satu studi di tahun 2011 yang melacak 2.800 orang di Amerika Serikat, menemukan mereka yang rutin mengonsumsi makanan seperti lentil, polong, atau kacang sebanyak 40 persen lebih sedikit kemungkinam mengalami kanker. Brokoli dan kembang kol Sayuran cruciferous seperti brokoli dan kembang kol memiliki kandungan glucosinolate. Sejumlah penelitian menyebutkan zat tersebut ampuh melindungi dari kanker, terutama tumor seperti kanker payudara yang diperkuat dengan paparan hormon dalam tubuh. Studi lainnya menemukan sulforaphane, bahan anti kanker dalam brokoli, bisa mencegah sel kanker payudara berkembang. Ikan dengan omega-3 Risiko kanker usus bisa dikurangi setengahnya dengan teratur mengonsumsi ikan yang mengandung omega-3 seperti salmon atau makarel, menurut beberapa studi. Ikan-ikan tersebut tinggi nutrisi seperti vitamin B, potasium, dan asam lemak omega-3. Sebuah studi pada 68 ribu peserta dan menemukan bahwa mengonsumsi ikan-ikan tersebut setidaknya empat kali seminggu dapat mengalami penurunan risiko kanker usus sebanyak 63 persen. Bluberi Bluberi mengandung sejumlah senyawa yang menyehatkan, seperti vitamin C dan K, sekaligus mangan dan serat diet. Soal kanker, buah ini diklaim sebagai sumber antioksidan terbaik dan bisa membantu memperlambat prosesnya. Beberapa studi di Amerika Serikat menyebutkan mengonsumsi bluberi secara rutin dapat menurunkan risiko kanker usus sebanyak 57 persen. Bawang Putih Sudah bertahun-tahun lamanya para ilmuan meneliti bawang putih karena klaim antikankernya. Faktor kuncinya adalah allicin, senyawa yang dilepaskan saat bawang putih dihancurkan atau dipotong-potong. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa allicin dapat menghentikan pertumbuhan tumor, walau masih belum jelas apakah mengonsumsinya rutin cukup untuk melindungi tubuh dari kanker. Studi terbaru dari China, menyebutkan bahwa konsumsi bawang putih uang rutin dapat menurunkan risiko kanker usus hingga 79 persen. (suaracom/mlo)    

Tags :
Kategori :

Terkait