BERTANYALAH kepada para bupati: apa yang akan mereka lakukan setelah UU Cipta Kerja itu diberlakukan nanti. "Kami belum tahu. Kami belum mendapat penjelasan." Itulah kesimpulannya. Mereka masih menunggu dan menunggu. "Kami sudah mengajukan permintaan penjelasan ke Kemendagri," ujar Ketua Asosiasi Bupati se-Indonesia Abdullah Azwar Anas. Anas adalah Bupati Banyuwangi yang masa jabatannya hampir selesai. Istrinya lagi unggul sebagai calon penggantinya lewat pilkada dua bulan lagi. Begitu banyak bupati/wali kota di Indonesia. Tipe manusianya pun berbeda-beda. Termasuk dalam menyikapi otonomi daerah. Pun saat menyikapi kebijakan pusat. Begitu banyak persoalan di UU Cipta Kerja yang menyangkut bupati/wali kota. Yang sukses tidaknya misi UU baru itu banyak ditentukan oleh sikap para bupati dan wali kota. Anas menggambarkan, penjelasan pusat kepada para bupati itu nanti tidak cukup sekali. "Sebaiknya setiap pertemuan membahas satu topik saja. Biar benar-benar jelas," katanya. Berarti pertemuan itu nanti tidak akan cukup 10 kali. Namun semestinya juga tidak masalah. Sekalian sebagai pemanasan untuk membentuk iklim baru. Bisa juga disebut sebagai program mempersiapkan mental para bupati dan wali kota: bahwa wewenang mereka tidak akan sebanyak dulu lagi. Bupati adalah manusia juga. Yang terdiri dari fisik, perasaan, dan pikiran. Tidak semua orang bisa berubah secara total dalam waktu sekejap. Maka penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan bupati menjadi salah satu kunci. "Kalau bisa sekaligus saja para kepala dinas diikutkan dalam forum itu", ujar Anas. Saya bayangkan teknologi rapat jarak jauh akan bisa menyelesaikan persoalan teknisnya. Begitu pentingnya penjelasan ini jangan sampai teknologi rapat jarak jauhnya sembarangan saja. Saya membayangkan betapa serunya forum itu nanti. Terutama kalau dikaitkan dengan hilangnya sejumlah pendapatan daerah. Misalnya akibat hilangnya banyak perizinan. Lebih seru lagi kalau sudah tiba pada pembahasan tata ruang. Semua bupati/wali kota harus benar-benar menguasai bidang itu. Apalagi kalau dalam UU Cipta Kerja itu harus sampai mengacu ke tata ruang tingkat kecamatan. Itulah pekerjaan terbesar dalam masalah koordinasi. Yakni mengoordinasikan begitu banyak bupati/wali kota dengan masing-masing punya gaya. Ada juga kendala pilkada. Dua bulan lagi banyak bupati/wali kota harus diganti dengan yang baru. Pokoknya pekerjaan besar menanti. Bagi yang masih ingin mengabdi.(Dahlan Iskan)
Giliran Bupati
Senin 19-10-2020,08:31 WIB
Editor : Andry Nurmansyah
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 01-10-2026,19:15 WIB
Pastikan Keselamatan Pengguna, PT BTB Periksa Rambu dan Marka Tol Secara Berkala
Kamis 01-10-2026,16:22 WIB
Pemprov Lampung Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Tekankan Ancaman Hoaks di Era Digital
Kamis 01-10-2026,16:22 WIB
Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila, 52 Personel Polresta Bandar Lampung Diganjar Penghargaan
Kamis 01-10-2026,16:31 WIB
Asroni Paslah: Pancasila Harus Jadi Kompas Moral dalam Kebijakan Bandar Lampung
Kamis 01-10-2026,17:31 WIB
YBM PLN UP3 Metro Salurkan Santunan untuk Puluhan Santri di Dua Pesantren Lampung Timur
Terkini
Kamis 01-10-2026,23:53 WIB
Bakti Sosial PERABOI di RSUDAM, Masyarakat Didorong Peduli Deteksi Kanker Payudara
Kamis 01-10-2026,19:15 WIB
Pastikan Keselamatan Pengguna, PT BTB Periksa Rambu dan Marka Tol Secara Berkala
Kamis 01-10-2026,19:08 WIB
PLN dan Pemkab Lampung Selatan Dorong Percepatan Listrik di Pulau Sebuku
Kamis 01-10-2026,17:31 WIB
YBM PLN UP3 Metro Salurkan Santunan untuk Puluhan Santri di Dua Pesantren Lampung Timur
Kamis 01-10-2026,16:31 WIB