Medialampung.co.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), memastikan tidak ada kerusakan di ruas jalan menuju Pekon Sukamulya, Kecamatan Lemong, dimana saat ini masih masih dalam proses pembangunan, seperti yang beredar di jejaring sosial Facebook dalam beberapa hari terakhir.
Kabid Bina Marga, Andrian Sany mendampingi Kadis PUPR Ir. Jalaludin, M.P., mengatakan, kerusakan jalan yang ditampilkan di media sosial itu, tidak seperti yang dikeluhkan masyarakat, melainkan aspal jalan sengaja dibongkar karena ada mata air di bagian bawahnya. "Aspal jalan itu sengaja dibongkar oleh rekanan, karena ada mata air, jadi kalau aspal tetap dibiarkan maka akan mengalami kerusakan karena tergerus air," kata dia. Dijelaskannya, kegiatan pembangunan jalan menuju Pekon Sukamulya itu bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021, usulan pembangunan jalan itu telah disampaikan sejak tahun 2018 lalu, tapi baru terealisasi tahun ini. "Kita pastikan kegiatan peningkatan ruas jalan Cahya Negeri-Sukamulya itu berjalan dengan maksimal, karena itu selalu melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan oleh rekanan," jelasnya. Selain itu, Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), telah melihat langsung pelaksanaan pembangunan jalan tersebut. Dalam peninjauan tersebut Sany menambahkan, tidak ada temuan ataupun ketidakpuasan dari Kemen PUPR. “Karena anggaran yang kita gunakan untuk membangun jalan itu bersumber dari DAK, maka pihak kementerian masih terlibat, mereka berhak mengecek kegiatan yang kita laksanakan apakah sudah sesuai atau belum," terangnya. Menurutnya, buruknya kegiatan pembangunan yang dilakukan bersumber dari anggaran DAK, maka akan berdampak pada usulan anggaran DAK pada tahun selanjutnya, karena itu kegiatan pembangunan jalan itu dipastikan maksimal. “Kementerian PUPR pasti akan menilai seperti apa kegiatan yang dilaksanakan, apakah sudah sesuai atau belum, karena jika pihak kementerian menilai kegiatan itu buruk, maka anggaran DAK kita akan terancam," ujarnya. Sementara itu, Riski perwakilan dari PT. Tunas Murni., selaku perusahaan yang melaksanakan kegiatan itu mengatakan, pembangunan ruas jalan yang mencapai 4,4 kilometer itu kini masih berlangsung. “Video yang beredar terkait kondisi jalan menuju Pekon Sukamulya itu, bukan kerusakan melainkan kita bongkar karena ada mata air uang keluar dari bawah badan jalan itu," kata dia. Menurutnya, pihaknya kini masih menunggu arahan dari konsultan terkait langkah yang akan diambil dalam pembangunan titik jalan tersebut, sehingga bisa lebih maksimal dan tidak mengalami kerusakan. “Hal-hal kecil seperti itu tetap menjadi perhatian petugas di lapangan, kalau kita tidak peduli tentu jalan itu tetap kita biarkan meski ada mata air yang keluar dari bawah badan jalan yang sedang di bangun," jelasnya. (ygi/d1n/mlo)DPUPR Pesbar Pastikan Jalan Menuju Sukamulya Tidak Rusak
Rabu 06-10-2021,20:00 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :