Medialampung.co.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) menggelar rapat koordinasi (rakor) pembentukan gugus tugas dan evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang dipusatkan di aula Sunset Beach Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (31/8).
Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Pesisir Barat yang diwakili oleh Asisten I Setdakab Pesbar, Audi Marpi, S.Pd, M.M., kepala Bappeda Pesbar Drs.Zukri Amin, M.P., kepala Dinas PPPA Pesbar Nurkemala, S.Pd, M.M., perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, kepala UPT Puskesmas, serta pihak terkait lainnya. Dalam sambutannya Bupati Pesbar Drs.Hi.Agus Istiqlal, S.H, M.H., yang dibacakan oleh Asisten I Setdakab setempat, Audi Marpi, bahwa Pemkab Pesbar mengucapkan selamat serta terimakasih kepada perangkat daerah yang terlibat dan bekerja keras mewujudkan Kabupaten Pesbar ini menjadi Kabupaten Layak Anak untuk tingkat pratama dengan poin 500-600. Hal ini merupakan sebuah apresiasi kepada semua stakeholder terkait dalam KLA. “Kita berharap bisa terus mengupayakan agar kedepan prestasi Kabupaten Pesbar terus meningkat kejenjang berikutnya dan mewujudkan pencapaian yang lebih baik,” katanya. Untuk itu, kata dia, dengan dilaksanakan rakor itu diharapkan dapat mengimplementasikan strategi, menyatukan pemahaman dan langkah untuk melaksanakan program pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Pesbar. Tentunya, dengan cara membangun komitmen bersama seluruh OPD, masyarakat, dunia usaha, media massa, dalam pelaksanaan program pemenuhan hak anak, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan maupun anak yang berkonflik dengan hukum. “Selain itu, mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan tugas perlindungan perempuan dan anak,” jelasnya. Ditambahkannya, diharapkan terpenuhinya dokumen pendukung indikator KLA, sehingga kedepannya dapat meraih penghargaan yang lebih tinggi lagi yaitu tingkat Madya atau bahkan Nindya. Dalam kegiatan KLA juga harus memenuhi sebanyak 24 indikator, yang dibagi kedalam lima klaster antara lain klaster bidang hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kemudian klaster bidang kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster bidang pendidikan pemanfaatan waktu luang dan seni budaya, serta klaster perlindungan khusus. “Untuk memenuhi seluruh klaster-klaster itu, maka Dinas PPPA harus bersinergi dan berkolaborasi dengan setiap OPD teknis didalam SK Gugus Tugas KLA, sehingga target yang akan dituju cepat terealisasi,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)Dinas PPPA Pesbar Bentuk Gugus Tugas KLA
Selasa 31-08-2021,17:42 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 08-11-2026,09:27 WIB
Dosen Universitas Malahayati Jadi Pembicara Internasional NATPRO10, Mahasiswa Raih Juara II
Minggu 08-11-2026,16:11 WIB
Ruang Bertumbuh Agus Widodo Bekali Gen Z Bandar Lampung Hadapi Tantangan Masa Depan
Minggu 08-11-2026,16:20 WIB
Operasi Sarang Narkoba di Pesawaran, Polisi Sita Bong hingga Senjata Api
Minggu 08-11-2026,17:25 WIB
Pemprov Lampung Pelajari Aturan Vape, Nasib ASN Pengguna Rokok Elektrik Menunggu Kajian
Minggu 08-11-2026,17:54 WIB
Pemkot Bandar Lampung Mulai Hitung Kebutuhan Formasi CPNS 2026, Siapkan Usulan ke Pusat
Terkini
Minggu 08-11-2026,18:00 WIB
KAI Divre IV Tanjung Karang Ganti 44,5 Kilometer Rel untuk Perkuat Keselamatan Perjalanan
Minggu 08-11-2026,17:54 WIB
Pemkot Bandar Lampung Mulai Hitung Kebutuhan Formasi CPNS 2026, Siapkan Usulan ke Pusat
Minggu 08-11-2026,17:25 WIB
Pemprov Lampung Pelajari Aturan Vape, Nasib ASN Pengguna Rokok Elektrik Menunggu Kajian
Minggu 08-11-2026,16:20 WIB
Operasi Sarang Narkoba di Pesawaran, Polisi Sita Bong hingga Senjata Api
Minggu 08-11-2026,16:11 WIB