Medialampung.co.id - Dalam rangka melihat perkembangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka yang telah berlangsung sejak 31 Agustus, yang beriringan gerakan vaksinasi sebagai upaya pemerintah mengurangi terjadinya proses kemunduran akademik (learning loss).
Awak media ini menyerap harapan dari para Kepala Sekolah (Kepsek) dan para tenaga pendidik di Lambar. Diantaranya menuju Sekretaris Kabupaten PGRI Kabupaten Lambar, yang juga Kepala SMP Negeri 1 Waytenong Sukarman, M.Pd., Disampaikannya untuk SMPN 1 Waytenong, vaksinasi siswa sudah dilaksanakan lebih dari 90 persen. Dimana 515 vaksin dari Palang Merah Indonesia (PMI) Lambar, 143 melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pajarbulan, dari total 726 siswa didik. "Di SMPN 1 Waytenong ada 68 siswa lagi yang belum divaksin, hal itu karena ada yang umurnya dibawah 12 tahun, dan ada yang memang belum diizinkan orang tua, ada juga yang memiliki penyakit bawaan (Komorbid)," katanya. Pada kesempatan itu Sukarman menyampaikan rasa syukur sudah berjalan Dua bulan KBM tidak terjadi klaster Covid-19. Tentunya atas tren baik tersebut pihaknya berharap setidaknya semester genap, Januari 2022 mendatang Pemkab Lambar sudah bisa memberikan izin belajar tatap muka penuh. Atau setidaknya mengizinkan kegiatan upacara olahraga dan ekstrakurikuler (ekskul) dapat dilaksanakan lagi. Karena selama lebih dari dua tahun kegiatan itu ditiadakan dan belajar secara online (daring) kedisiplinan dan kepatuhan anak. Kesadaran anak terhadap sopan santun tata krama dan etika yang seharusnya tertanam baik di sekolah itu jauh berkurang. Sehingga jika kegiatan itu terlalu lama dihentikan, dikhawatirkan bisa merubah karakter anak, sehingga terjadi pergeseran nilai moral dan pergeseran nilai positif lainnya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. "Kita perlu memahami tujuan pendidikan bukan hanya menanamkan kemampuan akademik siswa, tetapi lebih penting dari itu adalah penanaman nilai-nilai budaya yang berupa etika tata krama kedisiplinan rasa cinta terhadap tanah air, dan tak kalah pentingnya punya rasa tanggunggung jawab terhadap diri sendiri dan tanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara," terang pihaknya. Seperti digambarkannya seperti siswa didik Kelas VII, dari mulai dinyatakan diterima di SMP belum pernah mengikuti KBM Tatap Muka, dan atas kondisi itu tentu perubahan cara belajar dari SD ke SMP dan adaptasi melalui Wiyata Mandala dan tata krama di sekolah baru belum mendapatkan bimbingan dan arahan dengan baik. Oleh sebab itu terasa betul perubahan sikap siswa. "Terlalu banyaknya anak main HP di rumah berdampak kurangnya rasa tanggung jawab di sekolah seperti banyak main game dan kurang merespon mata pelajaran yang diberikan guru," tandasnya. (r1n/mlo)Dampak Terlalu Lama Belajar Daring, Kedisiplinan Pelajar Makin Berkurang
Kamis 28-10-2021,16:53 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,12:51 WIB
BREAKING NEWS! Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Pekon Kenali
Senin 23-03-2026,09:23 WIB
KUR BRI 2026: Pinjaman Modal Usaha hingga Rp500 Juta, Ini Syarat dan Simulasi Cicilannya
Minggu 22-03-2026,18:30 WIB
Sekura Cakak Buah Tetap Membumi, Parosil Ajak Warga Lambar Jaga Marwah Budaya Warisan Leluhur
Minggu 22-03-2026,22:40 WIB
Rindu Sosok Ibunda, Baim Wong Menangis Saat Salat Ied
Senin 23-03-2026,08:19 WIB
Hutan Lestari Pertamina: Dari Bali hingga Lampung, Alam Pulih dan Ekonomi Bangkit
Terkini
Senin 23-03-2026,15:29 WIB
Polresta Bandar Lampung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas ke Wisata Pantai Saat Libur Lebaran
Senin 23-03-2026,15:22 WIB
Polresta Bandar Lampung Perketat Patroli Permukiman Selama Libur Lebaran
Senin 23-03-2026,13:59 WIB
Lebaran Berbalut Duka, Bupati Parosil Sampaikan Belasungkawa Korban Kebakaran Kenali
Senin 23-03-2026,13:26 WIB
Kebakaran di Kenali Berhasil Dipadamkan, 2 Rumah Ludes, 1 Terdampak
Senin 23-03-2026,12:57 WIB