Capaian Target PAD Samsat Liwa Rp33,9 Miliar

Jumat 29-10-2021,11:11 WIB
Editor : Budi Setiyawan

Medialampung.co.id - Capaian pendapatan asli daerah (PAD) pada Kantor UPTD Pengelolaan Pendapatan Wilayah XIV Lampung Barat atau Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Liwa per-Oktober 2021 telah mencapai Rp33,9 Miliar lebih atau di angka 69-91% dari total target. 

Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Wilayah XIV Lambar Desilia Putri, SE., MM., mengungkapkan, rincian realisasi target tersebut yakni untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di angka 69,63% atau sebesar Rp12, 6 Miliar dari total target sebesar Rp18 Miliar. 

Kemudian realisasi dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) realisasi di angka 84,87% atau sebesar Rp17 Miliar dari total target sebesar sebesar Rp20 Miliar. Lalu untuk realisasi pemutihan PKB terealisasi sebesar 91,11% atau sebesar Rp3,6 Miliar dari total target sebesar Rp4 Miliar. 

"Realisasi tersebut berdasarkan data per 26 Oktober lalu, dan karena tahun anggaran 2021 ini tinggal dua bulan lagi maka kami tetap optimis target keseluruhan bisa tercapai," ungkap Desilia Jumat (29/10). 

Berdasarkan data yang ada untuk wilayah dengan tunggakan pajak tertinggi di Lambar itu Kecamatan Waytenong Sukau dan Sekincau. Upaya terus dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat di wilayah tersebut, namun realisasi belum menunjukkan adanya geliat kesadaran masyarakat dalam membayar tunggakan. 

"Tiga kecamatan tersebut merupakan wilayah dengan ranking tertinggi tunggakan, upaya terus kami lakukan untuk memudahkan masyarakat seperti untuk wilayah Waytenong dan Sekincau itu kami tempatkan Samsat Keliling (Samling), untuk Kecamatan Sukau itu dekat dengan Samsat induk," ujarnya. 

Menurut dia, perlu dukungan stakeholder dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya melunasi tunggakan pajak kendaraan. Karena pajak kendaraan menjadi salah satu sumber pembangunan daerah. 

"Kami berharap camat dan peratin serta perangkatnya bisa turut serta mensosialisasikan tentang pentingnya membayar pajak, karena pajak kendaraan itu menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah," pungkasnya. (nop/mlo)

Tags :
Kategori :

Terkait