Medialampung.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mengimbau masyarakat di kabupaten setempat agar waspada terhadap bencana alam di penghujung tahun 2021.
Pasalnya, berdasarkan siaran Pers dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait waspada La-nina dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi menjelang akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022. Kepala BPBD Pesbar, Syaifullah, S. Pi., mengatakan berdasarkan pantauan BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan bahwa kini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, “Anomali iklim La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia yang berkisar antara 20 persen hingga 70 persen, termasuk di wilayah Pesisir Barat,” kata dia. Dijelaskannya, meningkatnya curah hujan yang terjadi hampir di seluruh wilayah indonesia, dapat berdampak pada terjadinya sejumlah bencana alam, terutama bencana alam yang kerap disebabkan oleh curah hujan tinggi. “Untuk wilayah Kabupaten Pesbar bencana alam nyaris lengkap saat memasuki musim hujan, mulai dari banjir, tanah longsor, pohon tumbang bahkan angin puting beliung bisa terjadi,” jelasnya. Menurutnya, mengantisipasi dampak meningkatnya curah hujan akibat dari anomali iklim La Nina tersebut, pihaknya telah menyiapkan petugas penanggulangan bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Kita pastikan anggota penanggulangan bencana alam siaga 24 jam selama memasuki akhir tahun, karena itu jika terjadi bencana alam petugas kita pastikan siap turun ke lokasi kejadian,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap bencana alam, terutama pada sejumlah daerah yang memang menjadi langganan bencana alam setiap tahunnya. “Terdapat sejumlah titik lokasi rawan bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang, karena itu kita minta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika terjadi bencana,” harapnya. Dikatakannya, pihaknya juga akan berkoordinasi dan menyampaikan usulan penambahan pasokan logistik ke BPBD Provinsi Lampung, hal itu karena ketersediaan logistik penanggulangan di gudang BPBD Pesbar mulai menipis. “Kita berharap ada penambahan logistik siaga bencana dari BPBD Provinsi Lampung, karena stok yang ada sekarang sudah mulai menipis dan kita butuh penambahan,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)BPBD Minta Warga Waspada Anomali La-Nina
Minggu 24-10-2021,19:07 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,17:15 WIB
KAI Divre IV Tanjung karang Amankan 29 Bidang Aset Negara Seluas 11.698 Meter Persegi
Kamis 11-06-2026,19:04 WIB
Eva Dwiana Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
Terkini
Kamis 11-06-2026,19:04 WIB
Eva Dwiana Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 Kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kamis 11-06-2026,17:15 WIB
KAI Divre IV Tanjung karang Amankan 29 Bidang Aset Negara Seluas 11.698 Meter Persegi
Rabu 10-06-2026,16:40 WIB
Wagub Jihan Dorong IPM Lampung Jadi Mitra Strategis Pembangunan SDM
Rabu 10-06-2026,15:13 WIB
Ahadi Fajrin: SPMB 2026 Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Berbasis Meritokrasi
Rabu 10-06-2026,13:12 WIB