Medialampung.co.id - Masyarakat Pekon Walur Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mulai bernapas lega. Pasalnya, kondisi tegangan listrik yang dikeluhkan warga setempat sejak dahulu karena tidak stabil (spaning), kini mulai dibangun gardu dan pemasangan kabel jaringan listrik tegangan menengah di wilayah itu.
Sehingga, dengan adanya pemasangan gardu listrik di wilayah itu mudah-mudahan kondisi tegangan listrik bisa stabil seperti di wilayah lainnya. Dengan begitu tidak lagi berdampak pada peralatan elektronik warga setempat. “Lokasi pemasangan gardu dan kabel jaringan listrik PLN itu dipusatkan di Pemangku II, dan saat ini petugas PLN juga masih melakukan pekerjaan,” kata Peratin Pekon Walur Yoyon Yufriza, Selasa (15/2). Dijelaskannya, masyarakat yang ada di Pekon Walur ini tentunya sangat antusias dengan adanya pembangunan gardu listrik dan juga pemasangan kabel jaringan listrik di wilayah ini. Dengan begitu mudah-mudahan kondisi tegangan listrik PLN tidak lagi spaning, karena memang sudah sejak beberapa tahun lalu hingga kini kondisi listrik di wilayah Pekon Walur dan sekitarnya ini kerap tidak stabil. Tentu nanti setelah adanya gardu listrik itu maka tegangan listrik di wilayah ini akan segera stabil. “Tegangan listrik yang sering tidak stabil atau spaning di sekitaran Pekon Walur ini salah satunya karena belum adanya pembangunan gardu listrik, sedangkan jumlah pelanggan cukup banyak,” jelasnya. Sehingga, kata Yoyon, dengan jumlah kebutuhan listrik yang meningkat terutama saat malam hari itu, maka berdampak pada kondisi tegangan listrik yang tidak stabil. Adapun gardu listrik untuk mengaliri jaringan listrik di Pekon Walur ini lokasinya cukup jauh berada di luar Pekon. Karena itu, di Pekon Walur ini salah satunya harus memiliki gardu listrik. “Upaya untuk pemasangan gardu listrik itu sudah cukup lama, dan baru terealisasi saat ini. Karena itu kita berharap masyarakat setempat untuk terus mendukung semua kegiatan dalam pembangunan dan pemasangan kabel jaringan listrik PLN tersebut,” ujarnya. Masih kata dia, salah satu bentuk dukungan dari masyarakat setempat yakni dengan bersedianya masyarakat terutama pemilik tanam tumbuh seperti pohon kelapa yang dilintasi kabel jaringan tegangan menengah itu dapat ditebang, karena jika tidak ditebang itu akan mengganggu pemasangan kabel jaringan maupun dampak lainnya. “Kita berharap masyarakat terus mendukungnya, terlebih sekitar 285 rumah warga yang ada di Pekon ini semuanya sudah terpasang jaringan listrik PLN,” jelasnya. Sementara itu, Manager PLN Rayon Liwa, Ari Setiawan, membenarkan bahwa di wilayah Pekon Walur tersebut sudah dimulai untuk pembangunan gardu dan pemasangan kabel jaringan listrik tegangan menengah. Hal itu sebagai salah satu upaya PLN dalam memaksimalkan pelayanan terhadap pelanggan. “Iya, sudah dimulai pembangunan gardu dan pemasangan kabel jaringan listrik di Pekon Walur oleh PLN UP2K. Mudah-mudahan kedepan di wilayah itu kondisi tegangan listrik PLN stabil dan tidak spaning seperti yang terjadi selama ini,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)Bangun Gardu Listrik, Kondisi Tegangan Listrik di Pekon Walur Segera Stabil
Selasa 15-02-2022,18:14 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :