Sarang Tawon dan Ular Mendominasi, Damkar Bandar Lampung Tangani 856 Kasus

Sarang Tawon dan Ular Mendominasi, Damkar Bandar Lampung Tangani 856 Kasus

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung saat menjalankan tugas evakuasi dan penyelamatan. Hingga 12 Oktober 2026, total penanganan mencapai 856 kejadian, dengan sarang tawon dan ular termasuk kasus yang paling sering ditangani--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung mencatat 856 kegiatan evakuasi dan penyelamatan sepanjang Januari hingga 12 Oktober 2026. Penanganan sarang tawon atau lebah dan evakuasi ular menjadi sejumlah kasus yang rutin ditangani petugas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan berdasarkan rekapitulasi data bulanan, petugas menangani 827 kegiatan evakuasi dan penyelamatan selama Januari hingga September 2026. Sementara itu, sebanyak 29 kasus ditangani pada periode 1–12 Oktober 2026.

"Januari 94 kejadian, Februari 86 kejadian, Maret 102 kejadian, April 120 kejadian, Mei 91 kejadian, Juni 97 kejadian, Juli 76 kejadian, Agustus 82 kejadian, dan September 79 kejadian. Hingga 12 Oktober 29 kasus. Total 856 kejadian yang kami tangani dari Januari-pertengahan Oktober 2026," ujar Anthoni, Minggu 18 Oktober 2026.

Anthoni menyebut April menjadi bulan dengan jumlah penanganan tertinggi sepanjang Januari hingga September 2026, yakni mencapai 120 kejadian. Sebaliknya, Juli menjadi bulan dengan jumlah penanganan terendah, yaitu 76 kejadian.

BACA JUGA:73 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 350 Personel dan Helikopter Dikerahkan

"April menjadi bulan dengan jumlah penanganan tertinggi, yakni 120 kejadian," sambungnya.

Salah satu jenis penanganan yang paling sering dilakukan petugas adalah evakuasi sarang tawon atau lebah. Pada Januari 2026, tercatat 48 kejadian penanganan sarang tawon atau lebah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 53 kejadian pada April, sebelum turun menjadi 39 kejadian pada Mei dan 41 kejadian pada Juni.

"Evakuasi sarang tawon atau lebah menjadi salah satu kejadian yang paling sering ditangani petugas," ujarnya.

"Pada Juli, petugas menangani 26 kejadian, kemudian 21 kejadian pada Agustus dan 22 kejadian pada September," ujarnya.

BACA JUGA:Kapolda Lampung Yustan Alpiani Subuh Keliling di Masjid Raya Al-Bakrie

Selain sarang tawon dan lebah, evakuasi ular juga menjadi salah satu layanan penyelamatan yang rutin dilakukan Damkar Bandar Lampung. Berdasarkan data yang disampaikan Anthoni, petugas menangani 27 kejadian evakuasi ular pada Januari, 16 kejadian pada Februari, serta masing-masing 26 kejadian pada Maret dan April.

Pada Mei, jumlah evakuasi ular tercatat sebanyak 25 kejadian. Angka tersebut turun menjadi 19 kejadian pada Juni, 18 kejadian pada Juli, dan 11 kejadian pada Agustus. Sementara itu, pada September terdapat 14 kejadian evakuasi ular.

"Jumlahnya mencapai 27 kejadian pada Januari, 16 kejadian pada Februari, 26 kejadian pada Maret dan April, serta 25 kejadian pada Mei," ujarnya.

Di luar penanganan hewan liar dan sarang tawon, petugas Damkar juga membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah evakuasi cincin atau anting yang sulit dilepaskan. Kasus tersebut mencapai jumlah tertinggi pada Agustus, dengan 15 kejadian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait