Waterfront City Bandar Lampung Didorong Masuk Prioritas APBD 2027

Waterfront City Bandar Lampung Didorong Masuk Prioritas APBD 2027

DPRD Optimistis Waterfront City Bangkitkan Ekonomi Pesisir Bandar Lampung--

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Rencana besar penataan kawasan pesisir melalui konsep Waterfront City mulai mendapat dukungan dari DPRD Kota Bandar Lampung.

Program strategis tersebut bahkan diproyeksikan masuk dalam daftar prioritas pembahasan anggaran pada 2027.

Dukungan terhadap pengembangan menguat setelah digelarnya Seminar Nasional bertajuk “Menata Pesisir Mewujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” si Swiss-Belhotel, Bandar Lampung.

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung dari Fraksi PKS, Agus Djumadi, mengatakan gagasan pengembangan kawasan pesisir bukan lagi sekadar wacana baru.

BACA JUGA:Kebakaran Sekitar TN Way Kambas Jadi Perhatian, PT BTB Perkuat Pemantauan Ruas Tol

Menurutnya, program tersebut telah tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD.

“Pengembangan kawasan pesisir ini bukan wacana baru karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kami optimis pembahasan anggarannya akan diprioritaskan di Banggar (Badan Anggaran) pada 2027,” ujar Agus saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Jumat, 21 Agustus 2026.

Agus memandang penataan garis pantai di Bandar Lampung, yang membentang di empat kecamatan, memiliki arti penting bagi arah pembangunan kota pada masa mendatang.

Konsep penataan pesisir tersebut, menurutnya, tidak semata-mata bertujuan mempercantik kawasan pantai. Pembangunan juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

BACA JUGA:Kebakaran Dekat TN Way Kambas, Gubernur Mirza Pastikan Satwa dalam Kondisi Aman

Salah satu gagasan yang dinilai menjanjikan adalah pembangunan dermaga di sekitar kawasan Pantai Gunung Kunyit, Kelurahan Bumi Waras.

Keberadaan dermaga tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan akses yang lebih efisien bagi wisatawan yang ingin menuju kawasan Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran, termasuk wisatawan dari luar daerah.

“Wisatawan tidak perlu lagi memutar jauh. Ini potensi luar biasa untuk membangkitkan ekonomi pesisir,” kata politikus PKS tersebut.

Menurut Agus, terbukanya akses transportasi melalui jalur laut berpotensi memberikan dampak berantai terhadap sektor pariwisata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: