Warga Soroti Debu PT Semen Baturaja, CSR Dipertanyakan

Warga Soroti Debu PT Semen Baturaja, CSR Dipertanyakan

Tim dari DLH Lampung mengambil sample udara di Kecamatan Panjang--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Keluhan mengenai paparan debu di sekitar kawasan operasional PT Semen Baturaja kembali mencuat.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan industri tersebut mengungkap pengalaman berbeda, baik mengenai kondisi debu maupun penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kawasan di sekitar Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Soekarno-Hatta menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas industri berada berdekatan dengan permukiman serta jalur lalu lintas kendaraan bertonase besar.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa, 18 Agustus 2026, aktivitas produksi di sekitar pabrik tidak terdengar bising. Namun, material debu masih terlihat menempel di sejumlah bagian permukiman dan tepian jalan di kawasan industri tersebut.

BACA JUGA:PT BTB Peringati HUT ke-81 RI, Tekankan Integritas dan Sinergi Pelayanan Jalan Tol

Ketua RT 16 Lingkungan 2, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Chivu, mengatakan paparan debu paling terasa ketika terdapat aktivitas pengangkatan atau pemindahan bahan baku di lingkungan pabrik.

Kediaman Chivu yang berada tepat di seberang kawasan pabrik dan hanya dipisahkan Jalan Soekarno-Hatta membuatnya dapat melihat aktivitas perusahaan secara langsung.

“Sebenarnya debu itu paling parah keluar pada saat mereka menaikkan bahan baku ke atas. Kalau masalah debu, warga di sini sebenarnya sudah kebal karena sudah merasakannya sejak tahun 80-an,” kata Chivu saat ditemui di depan kediamannya, Selasa 18 Agustus 2026.

Chivu mengaku pernah menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak perusahaan terkait kepulan debu yang dinilai cukup mengganggu.

BACA JUGA:Komisi I Tegaskan Akan Panggil Coffee Bre Jika Tak Patuh Perizinan

Namun, menurut dia, pihak perusahaan saat itu menyampaikan bahwa terdapat proses perbaikan fasilitas.

Ia juga menyebut sejumlah warga di RT 15 dan RT 16 pernah mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, pilek hingga ISPA.

Pernyataan tersebut merupakan kesaksian warga dan tidak secara langsung membuktikan hubungan sebab-akibat antara keluhan kesehatan dengan paparan debu perusahaan.

Selain persoalan lingkungan, Chivu mempertanyakan keberlanjutan program CSR PT Semen Baturaja di wilayah tempat tinggalnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait