Menembus Ombak, Mantri BRI Jaga Asa Ekonomi Wakatobi

Menembus Ombak, Mantri BRI Jaga Asa Ekonomi Wakatobi

Titin, Mantri BRI yang Menembus Laut Demi Inklusi Keuangan Wakatobi--

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Di balik pesona laut Wakatobi yang dikenal sebagai salah satu surga bahari Indonesia, tersimpan kisah perjuangan Wa Ode Sitti Rahmatiah Jufri atau Titin. Mantri BRI dari Unit Wangi-Wangi, Kantor Cabang BRI Baubau, ini menjadi salah satu garda terdepan dalam memperluas inklusi keuangan hingga wilayah kepulauan.

Sejak dimutasi pada Januari 2024, Titin harus melayani sembilan desa di Pulau Kaledupa. Dari Wangi-Wangi, perjalanan menuju wilayah kerjanya membutuhkan sekitar 1 jam 40 menit menggunakan kapal fiber atau speedboat. Ketika ombak besar datang, waktu tempuh bahkan bisa mencapai hampir tiga jam.

Salah satu pengalaman paling menegangkan terjadi saat musim ombak besar. Ketika kapal reguler tidak berani berlayar karena cuaca buruk, Titin bersama lima orang lainnya memilih menggunakan perahu kecil bermesin milik masyarakat Suku Bajo.

Di tengah perjalanan, mereka menghadapi gelombang yang disebut mencapai sekitar empat meter. “Kalau kita sudah di atas ombak, kita lihat ke bawah itu tinggi sekali. Kita dikasih naik, lalu turun lagi ke bawah, dan sekeliling kita cuma ada air,” kenangnya.

Perjuangan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas Mantri BRI bukan sekadar mengurus angka dan pembiayaan. Di Kaledupa, Titin juga berhadapan dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada rumput laut dan kopra.

Ketika hasil rumput laut menurun akibat cuaca ekstrem, warga beralih mengolah kopra. Titin kemudian membantu nasabah mengembangkan akses pasar, termasuk mempertemukan pengusaha kopra dengan pembeli melalui data klaster usaha yang dimiliki BRI.

Salah satu kisah yang paling membekas baginya adalah keluarga nasabah yang berjuang membiayai kuliah anak sekaligus memenuhi kewajiban kredit. Sang anak ikut mengumpulkan kopra hingga memperoleh tambahan empat karung untuk membantu kebutuhan keluarga.

“Namanya kita di BRI ada data klaster pengusaha. Jadi saya bantu pertemukan dengan pembelinya langsung agar mereka tidak kesulitan menjual hasil buminya,” ujar Titin.

Tantangan lain datang dari keterbatasan jaringan digital. Dari sembilan desa yang dilayani, empat BRILink Agen telah diaktifkan di wilayah dengan akses internet yang lebih memadai. Secara keseluruhan, terdapat enam agen aktif sebagai perpanjangan layanan BRI di Kaledupa.

Edukasi penggunaan BRImo juga terus dilakukan untuk mendukung transaksi masyarakat, mulai pembayaran tagihan hingga pengiriman uang kepada anak yang bersekolah di luar daerah.

Kehadiran layanan tersebut ikut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah. Sejak Titin bertugas, jumlah nasabah di wilayahnya meningkat sekitar 70 persen, dari sebelumnya sekitar 100 menjadi hampir 300 nasabah.

Sebagai perempuan pertama yang ditempatkan di wilayah kerja ekstrem Kaledupa, Titin membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk berhenti mengabdi. “Jangan pilih-pilih tempat kerja, jangan pilih-pilih wilayah. Kita harus kuat, karena banyak orang di luar sana yang menggantungkan kelangsungan usahanya pada kita,” pesannya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menilai kisah Titin menjadi gambaran nyata komitmen BRI menghadirkan layanan hingga pelosok negeri.

“BRI tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga menyemai harapan dan memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh secara ekonomi,” tegas Dhanny.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait