Disdag Pastikan Mogok Pedagang Daging Sapi di Bandar Lampung Hanya Dua Hari
Pedagang daging sapi di Bandar Lampung akan kembali berjualan setelah aksi mogok selama dua hari menyusul kesepakatan penyesuaian harga jual akibat kenaikan harga sapi impor.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung memastikan aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang daging sapi di Kota Tapis Berseri hanya berlangsung selama dua hari dan aktivitas perdagangan akan kembali normal mulai Rabu 24 Juni 2026..
Kepala Disdag Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan para pedagang telah sepakat kembali membuka lapak setelah melakukan penyesuaian harga jual daging sapi.
“Mereka tidak berdagang selama dua hari. Insyaallah besok mereka sudah kembali berjualan dan menyesuaikan harga,” kata Erwin, Selasa 23 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga sapi dipicu meningkatnya harga sapi impor asal Australia yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dolar. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga sapi di tingkat peternak maupun pedagang.
BACA JUGA:Dinkes Bandar Lampung Gelar Lomba Puskesmas Berprestasi dan Konten Kesehatan Digital
Akibat kenaikan biaya pasokan, para pedagang memilih menghentikan sementara aktivitas penjualan selama dua hari sebelum akhirnya menyepakati penyesuaian harga jual kepada konsumen.
"Harga daging yang sebelumnya sekitar Rp 135 ribu per kilogram menjadi Rp140 ribu sampai Rp 145 ribu per kilogram. Kenaikannya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu,” ujarnya.
Erwin menilai kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari dampak kondisi ekonomi global yang turut mempengaruhi harga berbagai komoditas impor, termasuk sapi.
Meski demikian, Disdag Bandar Lampung bersama para pedagang telah mencapai kesepakatan sehingga aktivitas perdagangan daging sapi dapat kembali berjalan normal.
BACA JUGA:Living Plaza Rajabasa Disorot, Transparansi AMDAL dan Risiko Banjir Jadi Perhatian
“Kalau soal kebijakan sapi sebenarnya kewenangan provinsi. Tetapi kami dengan pedagang sudah sepakat besok mulai berdagang kembali,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
