Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28%, Hilirisasi Jadi Kunci Transformasi

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,28%, Hilirisasi Jadi Kunci Transformasi

Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Semester I 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia Lampung--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mempercepat transformasi ekonomi daerah dengan mendorong hilirisasi komoditas strategis guna meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ketahanan ekonomi. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menjadi keynote speaker pada Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Semester I 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) di Marriott Resort Pesawaran, Selasa 28 April 2026.

Mengusung tema “Perspektif Pemerintah Provinsi Lampung terhadap Hilirisasi Komoditas Strategis”, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong ekonomi Lampung yang bernilai tambah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam memberikan fungsi strategic advisory untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan daerah.

BACA JUGA:Antisipasi Kekeringan, Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Ia berharap forum tersebut mampu mendorong kontribusi nyata dari seluruh pihak, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kondisi ekonomi Lampung saat ini dan prospeknya ke depan.

Dalam paparannya, Marindo mengungkapkan bahwa perekonomian Lampung menunjukkan kinerja positif. 

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,28%, melampaui rata-rata nasional dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,57%. Kinerja tersebut didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain itu, inflasi Lampung tetap terkendali di kisaran 2,5%, tingkat pengangguran berada di angka 4,14%, serta angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,6% atau satu digit.

BACA JUGA:Mangkir Dua Kali, Arinal Djunaidi Akhirnya Datangi Kejati Lampung

Meski demikian, Marindo menekankan pentingnya percepatan transformasi ekonomi agar Lampung tidak hanya bergantung pada sektor primer, tetapi mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi.

“Sektor pertanian harus naik kelas, dari sekadar penyedia bahan baku menjadi penggerak industri hilir yang memberikan nilai tambah lebih besar. 

Transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern menjadi kunci pembukaan ruang pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah masih dominannya penjualan komoditas dalam bentuk mentah atau setengah jadi, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati di luar daerah. Karena itu, hilirisasi menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:Antisipasi Kekeringan, Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: