Pesisir Barat Masih Aman dari Campak, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada dan Terapkan PHBS

Pesisir Barat Masih Aman dari Campak, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada dan Terapkan PHBS

DINKES Pesisir Barat ajak masyarakat waspada Campak--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat memastikan wilayahnya hingga kini masih aman dari penyebaran penyakit campak. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan serta konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah potensi penularan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lisma Yunita, S.St., menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di Pesisir Barat. Namun, risiko penularan tetap perlu diantisipasi mengingat kasus campak secara nasional masih tergolong tinggi.

“Untuk saat ini Pesisir Barat masih aman dari campak, namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan terus menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai panduan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penanganan campak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembatasan kontak hingga perawatan sesuai kondisi pasien. Pada kasus tanpa komplikasi, pasien dapat menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengobatan simptomatik.

“Pada kasus tanpa komplikasi, pasien dapat menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengobatan simptomatik seperti pemberian antipiretik saat demam, serta memastikan asupan nutrisi dan cairan tercukupi,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk disiplin menerapkan PHBS, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga waktu istirahat yang cukup.

Dalam penanganan medis, pemberian vitamin A dosis tinggi juga menjadi langkah penting, khususnya bagi anak-anak, untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.

“Dalam penanganan medis, pemberian vitamin A dosis tinggi juga menjadi bagian penting, terutama untuk anak-anak, guna meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi serius,” terangnya.

Lisma menambahkan, masyarakat juga perlu mewaspadai sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat campak, seperti diare disertai dehidrasi, pneumonia, bronkopneumonia, infeksi telinga (otitis media), hingga komplikasi berat seperti ensefalitis dan gangguan penglihatan.

“Masyarakat diminta segera membawa pasien ke rumah sakit jika muncul gejala berat seperti lemas, kesadaran menurun, sesak napas, kejang, muntah terus-menerus, hingga gangguan penglihatan,” ujarnya.

Pihak Dinkes Pesisir Barat terus melakukan pemantauan dan edukasi secara intensif kepada masyarakat guna mencegah masuknya kasus campak ke wilayah tersebut. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi daerah tetap aman dari penyebaran penyakit menular.

“Kami terus mensosialisasikan dan melakukan pemantauan. Peran masyarakat sangat penting untuk menjaga kondisi ini tetap aman,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: