Harga Plastik Melonjak, Pemprov Lampung Dorong Pengurangan Penggunaan

Harga Plastik Melonjak, Pemprov Lampung Dorong Pengurangan Penggunaan

Foto Prima Imansyah Permana. Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi Lampung merespons lonjakan harga plastik global yang mulai berdampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari industri, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga masyarakat sebagai konsumen.

Kenaikan harga plastik ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku nafta akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan sehari-hari di pasaran.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menekan dampak inflasi yang ditimbulkan dari kondisi tersebut.

“Pertama, kita dorong untuk mengurangi penggunaan plastik. Kemudian beralih menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya saat ditemui di lobi Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4).

Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong perubahan budaya di tengah masyarakat, salah satunya dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas sehari-hari.

“Budaya membawa tas belanja sendiri ini harus mulai disosialisasikan. Memang tidak mudah dan tidak bisa instan, perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak serta dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pengurangan penggunaan plastik akan diperkuat melalui peran aktif pemerintah kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar perubahan pola konsumsi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat mulai beralih ke pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus membantu menekan dampak kenaikan harga plastik terhadap perekonomian daerah.

Terkait kebijakan lanjutan, Pemprov Lampung saat ini tengah menyiapkan regulasi berupa surat edaran yang masih dalam tahap pembahasan.

“Masih dalam proses pembahasan, redaksinya juga sedang disempurnakan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait