Harga Kopi Robusta Lampung Barat Turun Jelang Panen, Petani Mulai Cemas
ILUSTRASI - Tekanan pasar global buat harga kopi melemah--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Harga biji kopi robusta di Kabupaten Lampung Barat mulai mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Tren ini memicu kekhawatiran di kalangan petani dan pelaku usaha, terutama menjelang puncak musim panen yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kopi biji kering berpotensi turun hingga menembus Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga kopi buah atau hasil petik baru (kopi selang) saat ini berada di kisaran Rp42.000 per kilogram, khususnya di wilayah timur Lampung Barat. Angka tersebut tercatat lebih tinggi sekitar Rp2.000 dibandingkan wilayah lainnya di kabupaten tersebut.
Seorang supplier kopi setempat mengungkapkan bahwa penurunan harga terjadi beberapa kali dalam sepekan terakhir. Ia menilai kondisi ini dipengaruhi oleh situasi global yang sedang tidak stabil.
Menurutnya, faktor keamanan dunia menjadi salah satu pemicu utama. Ketegangan di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk kopi. Selain itu, negara produsen kopi dunia seperti Brasil yang saat ini memasuki musim panen juga memberi tekanan terhadap harga di tingkat petani.
Meningkatnya pasokan kopi global membuat harga cenderung terkoreksi. Dampak ini dirasakan langsung oleh petani di Lampung Barat yang menggantungkan pendapatan dari komoditas unggulan tersebut.
Meski demikian, para pelaku usaha dan petani masih menyimpan harapan. Mereka optimistis harga kopi robusta akan kembali mengalami kenaikan saat memasuki puncak musim panen di Lampung Barat.
Pada periode Juni hingga Agustus, harga kopi diperkirakan dapat kembali meningkat seperti tahun sebelumnya yang sempat menyentuh Rp70.000 per kilogram. Harapan tersebut menjadi penyemangat bagi petani untuk tetap menjaga kualitas hasil panen di tengah tekanan harga saat ini. (rinto/nopri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
