Jalan Tambal Sulam Cepat Rusak, DPRD Bandar Lampung Beri Peringatan Keras Dinas PU
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Maraknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tambal sulam yang kembali rusak setelah diperbaiki menjadi perhatian serius DPRD Kota Bandar Lampung, khususnya Komisi III.
Proyek peningkatan jalan yang dinilai tidak bertahan lama memicu kekhawatiran akan kualitas pekerjaan infrastruktur di daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengecam keras kondisi tersebut dan mendesak Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung agar segera merespons kritik publik secara cepat dan konkret.
Ia bahkan menilai sejumlah proyek peningkatan jalan pada Tahun Anggaran 2025 terkesan hanya bertahan sesaat.
BACA JUGA:Kapolres Lampung Utara Tegaskan Batas Orgen Tunggal hingga Pukul 17.00 WIB
Menurut Agus, persoalan kualitas pekerjaan tidak boleh kembali terulang pada tahun anggaran berikutnya.
DPRD, kata dia, telah memberikan peringatan agar Dinas PU melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek pengawasan di lapangan.
“Kami sudah memberikan warning, jangan sampai terulang di tahun 2026. Dinas PU harus memperhatikan kualitas pelaksanaan dengan memperkuat pengawasan di lapangan,” tegas Agus Djumadi pada Kamis, 09 April 2026
Sejumlah ruas jalan yang baru selesai diperbaiki namun kembali mengalami kerusakan turut menjadi sorotan DPRD.
BACA JUGA:Angkutan Lebaran 2026 Sukses, KAI Divre IV Tanjung karang Catat Stabilitas Tinggi Penumpang
Di antaranya Jalan Pulau Damar dan Jalan Ratu Dibalau di Kecamatan Tanjung Senang. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena perbaikan belum lama rampung, tetapi permukaan jalan sudah kembali rusak.
Agus menegaskan, temuan di lapangan ini akan dijadikan bahan evaluasi khusus dalam fungsi pengawasan DPRD.
Ia juga mengingatkan Dinas PU agar menghentikan pola perbaikan tambal sulam secara sporadis pada ruas jalan yang tingkat kerusakannya sudah meluas.
“Jika kerusakan sudah mencakup area yang luas dan panjang, tidak boleh lagi menggunakan anggaran rutin atau tambal sulam. Harus masuk ke pemeliharaan berkala seperti overlay atau rehabilitasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
