Pertamina Borong 14 PROPER Emas 2026, Bukti Nyata Komitmen Energi Berkelanjutan
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menerima Penghargaan Green Leadership PROPER dalam acara Anugerah Lingkungan PROPER yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI, pada Selasa (7/4/2026) di TMII.-Foto dok.-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan kembali ditegaskan oleh PT Pertamina (Persero) melalui capaian gemilang dalam ajang Anugerah PROPER 2026. Dalam seremoni yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, perusahaan energi nasional ini berhasil meraih 14 PROPER Emas dan 108 PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Capaian tersebut menjadikan Pertamina sebagai penyumbang terbesar PROPER Emas secara nasional, dengan kontribusi sekitar 35 persen dari total 39 penghargaan. Dominasi juga terlihat pada kategori PROPER Hijau, di mana Pertamina menyumbang 44 persen dari total 243 penghargaan. Prestasi ini mempertegas posisi perusahaan sebagai pionir dalam praktik bisnis berkelanjutan di sektor energi.
Tak hanya pada level korporasi, kepemimpinan tertinggi Pertamina juga mendapat pengakuan. Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri dianugerahi penghargaan Green Leadership, sebuah apresiasi atas kepemimpinan visioner dalam mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dengan strategi bisnis.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER kini telah berevolusi menjadi instrumen transformasi. “PROPER adalah motor perubahan yang mendorong perusahaan melampaui sekadar kepatuhan menuju inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam lanskap energi global yang kian menuntut transformasi, Pertamina mengusung strategi “Beyond Energy”. Konsep ini menempatkan perusahaan sebagai katalisator transisi energi hijau dan penggerak ekonomi sirkular. Simon menyebut, langkah ini merupakan fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan dan mandiri.
Upaya konkret terlihat dari peningkatan kinerja dekarbonisasi yang mencapai tiga kali lipat, sejalan dengan peningkatan penggunaan energi baru terbarukan hingga dua kali lipat. Sinergi antara efisiensi energi dan inovasi teknologi menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, kontribusi sosial juga menjadi pilar penting. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut bahwa implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menghasilkan dampak nyata. Program sosial perusahaan mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp500 miliar per tahun, menjangkau lebih dari 140 ribu penerima manfaat.
Dalam aspek lingkungan, Pertamina menunjukkan aksi nyata melalui konservasi 248 spesies fauna dan 300 spesies flora. Penanaman 9 juta pohon serta pengelolaan sampah di 151 lokasi menjadi bagian dari strategi pelestarian yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan adalah Desa Energi Berdikari (DEB), yang telah tersebar di 252 desa di seluruh Indonesia. Program ini mengintegrasikan energi terbarukan seperti tenaga surya, biogas, dan metana dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Hasilnya, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses energi, tetapi juga peluang peningkatan kesejahteraan.
Capaian PROPER 2026 ini menjadi penegas bahwa transisi energi bukan sekadar agenda bisnis, melainkan tanggung jawab moral. Pertamina menempatkan keberlanjutan sebagai inti transformasi, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, Pertamina membuktikan bahwa kemajuan industri energi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Sebuah narasi optimistis yang mengukuhkan peran Indonesia dalam peta energi hijau global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
