Kolaborasi DPUPR-BPBD Lambar, Jalan Putus Gedungsurian Segera Dibangun Permanen
Tim BPUPR dan BPBD Lambar melakukan pengukuran jalan amblas jalur Way Kabul akibat bencana di Pekon Sukananti Kecamatan Waytenong--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kolaborasi cepat dan solid antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat patut diapresiasi dalam menangani dampak bencana alam di Kecamatan Gedungsurian.
Sesuai instruksi Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, kedua instansi tersebut bergerak sigap melakukan penanganan darurat pasca bencana yang menyebabkan jalan poros penghubung di wilayah tersebut terputus. Meski saat ini akses jalan baru dapat dilalui kendaraan roda dua, pemerintah daerah berhasil membuka jalur sementara melalui pembangunan jembatan darurat.
Penanganan darurat dilakukan dengan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar secara swadaya. Sinergi antara pemerintah dan warga ini menjadi bukti nyata keseriusan dalam memulihkan akses vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Prio Utomo, mengatakan langkah darurat ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur utama mobilitas warga meskipun masih terbatas.
“Penanganan darurat ini kami lakukan untuk mengembalikan fungsi jalan, terutama agar lalu lintas kendaraan dan kebutuhan masyarakat tetap bisa berjalan. Saat ini memang baru dapat dilalui kendaraan roda dua, tetapi setidaknya akses masyarakat sudah mulai terbuka kembali,” ujar Padang Priyok Utomo.
Ia menjelaskan, respons cepat tersebut dilakukan agar dampak bencana tidak berkepanjangan dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan penanganan permanen dapat segera direalisasikan.
“Tim terpadu dari BPBD dan DPUPR juga dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Senin untuk melakukan pengecekan lanjutan, termasuk normalisasi aliran sungai kecil di titik kerusakan. Setelah itu, penanganan permanen akan segera kami lanjutkan,” tegasnya.
Padang menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar seluruh tahapan penanganan, mulai dari tanggap darurat hingga pembangunan permanen, dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Jembatan darurat yang dibangun warga di ruas jalan penghubung Kecamatan Gedung Surian menuju Air Hitam yang putus total akibat longsor-Foto Dok-
Sementara itu, Kepala DPUPR Lampung Barat, Mia Miranda, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan skema teknis untuk penanganan permanen di lokasi jalan yang terputus tersebut. Secara teknis, nantinya akan dipasang box culvert sebagai struktur utama untuk mengatur aliran air sekaligus memperkuat konstruksi jalan.
“Untuk penanganan permanen, secara teknis nanti akan dipasang box culvert. Materialnya saat ini sedang dipesan dari Tangerang. Kami berharap begitu material datang, pelaksanaan pekerjaan bisa langsung dilakukan dan tidak memakan waktu terlalu lama,” kata Mia Miranda.
Ia mengungkapkan, tim teknis telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan secara rinci terhadap seluruh kebutuhan pembangunan, sehingga proses pekerjaan nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk mendata secara rinci apa saja kebutuhan pembangunan di lokasi, bukan hanya box culvert, tetapi juga kebutuhan teknis lainnya yang menunjang percepatan penanganan permanen,” jelasnya.
Mia menegaskan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas karena jalan poros tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung masyarakat serta jalur distribusi antarwilayah di Kecamatan Gedungsurian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
