PKS Apresiasi Setahun Kepemimpinan Parosil–Mad Hasnurin, Program Nyata Mulai Terasa

PKS Apresiasi Setahun Kepemimpinan Parosil–Mad Hasnurin, Program Nyata Mulai Terasa

Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Silaturahmi Dengan Pemkab Lampung Barat.-Foto Diskominfo-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin, menuai apresiasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penilaian tersebut mencerminkan adanya capaian program pembangunan yang dinilai mulai dirasakan masyarakat, sekaligus memperkuat optimisme terhadap arah kebijakan daerah ke depan.

Apresiasi itu disampaikan dalam kunjungan silaturahmi jajaran pengurus PKS Lampung Barat ke ruang kerja bupati di Balikbukit, Kamis (2/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Lampung Barat, Sucipto, didampingi Ketua DPD PKS Lampung Barat, Nopiyadi. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bukan sekadar ajang halal bihalal di momentum Syawal, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara partai politik dan pemerintah daerah.

Dalam suasana penuh keakraban, Sucipto menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, melainkan juga membawa aspirasi masyarakat. Salah satu poin penting yang disoroti adalah perhatian pemerintah terhadap anak berkebutuhan khusus melalui pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Lampung Barat. Fasilitas pendidikan tersebut dinilai sebagai langkah konkret yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Kami mewakili para orang tua mengucapkan terima kasih atas hadirnya fasilitas pendidikan yang sangat dibutuhkan ini,” ungkap Sucipto.

Lebih jauh, Nopiyadi menilai bahwa dalam kurun waktu satu tahun, kepemimpinan Parosil–Mad Hasnurin telah menunjukkan progres yang tidak hanya terlihat secara administratif, tetapi juga terasa langsung oleh masyarakat. Sejumlah program pembangunan dinilai mulai berjalan efektif dan memberikan dampak positif, terutama dalam sektor pelayanan publik dan infrastruktur dasar.

“Sebagai mitra pemerintah, kami melihat sudah banyak program yang berjalan dan memberikan dampak positif. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi PKS sebagai mitra kritis yang tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga siap menyampaikan masukan konstruktif. Sinergi antara legislatif, partai politik, dan eksekutif dianggap sebagai fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.

Pertemuan itu turut membahas peluang kerja sama lintas sektor yang dapat dikembangkan ke depan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program strategis yang terintegrasi. Selain itu, anggota DPRD dari PKS juga berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Saran dan masukan yang disampaikan tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Parosil.

Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen, termasuk partai politik, dalam menciptakan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Sinergi yang solid diyakini mampu mempercepat realisasi program prioritas sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan di Lampung Barat.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi refleksi bahwa arah kebijakan yang dijalankan mulai berada pada jalur yang diharapkan. Dukungan, kritik, dan apresiasi dari berbagai pihak menjadi energi kolektif untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat luas. Dalam lanskap pembangunan daerah, keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian fisik, melainkan juga dari sejauh mana kebijakan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait