Cuaca Ekstrem Sekincau: Atap Rumah Rusak, Pohon Tumbang Nyaris Putuskan Listrik
Pohon tumbang nyaris ganggu jaringan listrik akibat cuaca buruk-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Lampung Barat pada Kamis siang (2/4), menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Sekincau. Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir berdampak pada atap rumah warga yang rusak hingga pohon tumbang yang nyaris menghantam jaringan listrik.
Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi, disertai angin kencang dan sambaran petir, membuat warga sempat panik dan memilih bertahan di dalam rumah demi menghindari risiko yang lebih besar.
Di Kelurahan Sekincau, tepatnya di lingkungan Betung, satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Material atap jenis spandek beterbangan akibat terpaan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras.
Salah seorang warga, Ari, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi saat hujan masih berlangsung, sehingga warga kesulitan melakukan pengecekan secara menyeluruh di lapangan.
“Yang sudah terpantau sementara ini satu rumah di lingkungan Betung mengalami kerusakan, sebagian atap spandeknya terbang diterjang angin. Kemungkinan masih ada kerusakan kecil lainnya, tapi belum bisa dipastikan karena saat itu hujan masih turun deras,” ungkap Ari kepada wartawan, Kamis (2/4).
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca saat itu cukup mengkhawatirkan karena hujan berlangsung cukup lama disertai angin kencang dan petir yang terdengar beberapa kali di sekitar permukiman warga.
“Hujannya memang cukup lama, dari sekitar jam satu siang sampai jam tiga sore. Anginnya juga kencang, jadi warga sempat khawatir kalau ada rumah lain yang ikut terdampak,” tambahnya.
Selain di Kelurahan Sekincau, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Pekon Tiga Jaya, tepatnya di Pemangku Sukosari. Sebatang pohon dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar.
Meski demikian, posisi pohon tumbang tersebut sempat membuat warga waspada karena nyaris mengenai jaringan listrik di lokasi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan aliran listrik atau bahkan membahayakan keselamatan warga yang melintas di sekitar area tersebut.
Sejumlah warga langsung memantau lokasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan tambahan maupun pemadaman listrik akibat insiden tersebut.
Warga berharap pihak kecamatan dan instansi terkait segera melakukan pendataan dampak cuaca ekstrem yang terjadi. Hal ini penting untuk memastikan apakah masih ada kerusakan lain yang belum terlaporkan, mengingat saat kejadian banyak warga memilih menyelamatkan diri dan harta benda dibandingkan melakukan pengecekan lingkungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Lampung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki masa peralihan musim yang sering ditandai hujan deras mendadak, angin kencang, dan petir.
Warga juga diimbau untuk memangkas ranting atau pohon yang berada di dekat rumah maupun jaringan listrik, memperkuat struktur atap rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika cuaca mulai memburuk.
Jika kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diminta tetap siaga dan segera melaporkan apabila terjadi pohon tumbang, rumah rusak, atau gangguan lain yang berpotensi membahayakan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
